Suara.com - Setelah sibuk bekerja, akhir pekan memang waktu yang tepat untuk menggerakkan badan dan berolahraga. Hal itu penting sehingga otot tidak kaku dan badan menjadi lebih segar.
Tapi sayangnya, masih banyak dari kita yang melakukan kesalahan saat melakukan stretching atau atau peregangan. Berikut 5 kesalahan stretching mengutip Times of India, Sabtu (8/8/2020).
1. Kurang melatih pernapasan

Kesalahan paling penting dan paling umum yang sering dilakukan adalah keliru dalam bernapas saat peregangan. Pernapasan memainkan peran penting agar olahraga menjadi lebih efektif, begitu juga dengan peregangan.
Caranya coba tahan napas, ini membuat tubuh yang tadinya tegang menjadi rileks, tapi saat bersamaan otot akan berkontraksi dan melatihnya.
2. Berlebihan saat peregangan
Memang disarankan untuk menaikan kekuatan, dan menahan peregangan selama beberapa menit, tapi tidak perlu berlebihan.
Terlalu banyak menggunakan kekuatan atau menahannya cukup lama akan membuat otot mudah tegang. Hasilnya malah sakit dan nyeri sebelum memulai olahraga atau beraktivitas.
3. Gunakan teknik yang keliru
Pada dasarnya ada dua jenis peregangan: Dinamis dan Statis. Keduanya punya peran dan fungsinya masing-masing.
Peregangan dinamis adalah bentuk peregangan aktif yang mengharuskan Anda terus bergerak. Ini lebih banyak disukai karena seluruh tubuh bergerak.
Sedangkan peregangan statis adalah merilekskan atau meregangkan beberapa otot tertentu. Jenis peregangan ini bagus jika tujuannya hanya menargetkan beberapa otot tertentu seperti bisep dan trisep. Jadi, yang perlu dilakukan pilihlah jenis peregangan sesuai kebutuhan.
4. Melatih otot yang cedera

Peregangan memang sekilas terlihat seperti aktivitas yang tidak berbahaya di mana hanya menggerakkan tubuh sementara waktu, tetapi itu jelas keliru.
Masalahnya jika tetap memaksakan meregangkan otot yang sedang cedera bisa memperparah nyeri dan keseleo. Alih-alih sembuh, jaringan yang terluka malah bisa rusak.