Bukan saat Suhu Panas, Covid-19 Bisa Berkembang Luas di Musim Gugur

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 02 September 2020 | 13:56 WIB
Bukan saat Suhu Panas, Covid-19 Bisa Berkembang Luas di Musim Gugur
Musim gugur [shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 bisa berkembang dalam suhu dan kelembapan yang lebih rendah.

Dalam kondisi yang tepat, patogen virus bisa tertinggal di jaket pejalan kaki yang sering keluar rumah selama seminggu dan bersifat menular.

Di musim panas, dilansir dari Express, virus corona Covid-19 sempat diperkirakan hanya bisa bertahan selama 3 hari. Namun penemuan baru ini menunjukkan bahwa musim gugur berpotensi berkontribusi pada wabah baru.

Studi tersebut ditulis oleh Juergen Richt, profesor mikrobiologi veteriner di Kansas State University, dalam makalah non-peer-review yang diunggah ke situs web pracetak baru-baru ini.

Para peneliti percaya bahwa virus juga akan bertahan lebih lama di dalam ruangan dalam kondisi yang lebih dingin dan tidak terlalu lembap.

Danau Wanaka di Selandia Baru, saat musim gugur. (Shutterstock)
musim gugur. (Shutterstock)

Penelitian mengungkapkan bahwa virus memiliki waktu penuh rata-rata atau tingkat kerusakan hampir 8 jam pada kenop pintu baja tahan karat.

Penelitian itu juga menemukan bahwa virus bertahan hampir 10 jam di jendela yang hampir 2 kali durasinya di musim panas.

Virus yang juga dikenal sebagai SARS-CoV-2 ini telah beradaptasi dengan baik pada manusia. Namun, virus lebih berkembang biak dalam suhu yang lebih rendah dan kondisi lembap di luar tubuh manusia.

Pada penelitian ini, tim menggunakan angka iklim dari Amerika Midwest untuk menciptakan musim buatan di ruang keamanan hayati.

Temperatur dikontrol pada 13 derajat celcius dan 66 persen kelembapan relatif untuk musim semi dan musim gugur.

Pada musim panas, suhu dijaga pada 25 derajat celcius dan kelembapan 70 persen. Kemudian, patogen itu dioleskan ke permukaan 12 bahan berbeda yang bersentuhan dengan manusia setiap hari.

Sebanyaak 12 bahan berbeda itu di antaranya adalah karton, beton, karet, sarung tangan dan masker N95. Pada tahap awal pandemi, komunitas ilmuwan berharap penyebaran virus corona Covid-19 akan lebih lambat di musim panas.

Temuan penelitian Midwest menunjukkan bukti jelas bahwa virus bertahan lebih lama di bawah musim semi atau musim gugur, bukan kondisi musim panas.

Kecenderungan itu terlihat pada semua bahan yang diuji dan pada derajat yang berbeda. Virus bertahan paling lama di Tyvek, bahan sintetis yang digunakan dalam segala hal mulai dari isolasi rumah hingga peralatan pelindung pribadi.

Pada bahan tersebut ditemukan virus bisa bertahan hingga 45 jam. Selain itu, musim gugur juga bisa memancing lonjakan penyakit menular lainnya, seperti flu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Membludak, Pemprov DKI Bakal Tambah RS Rujukan Covid-19

Pasien Membludak, Pemprov DKI Bakal Tambah RS Rujukan Covid-19

News | Rabu, 02 September 2020 | 13:42 WIB

Indonesia Terancam Resesi, Simak Cara Menghemat Uang saat Pandemi Covid-19

Indonesia Terancam Resesi, Simak Cara Menghemat Uang saat Pandemi Covid-19

Lifestyle | Rabu, 02 September 2020 | 13:18 WIB

Kasus Membludak, Ranjang Pasien RS di Jakarta Bakal Diubah Khusus Corona

Kasus Membludak, Ranjang Pasien RS di Jakarta Bakal Diubah Khusus Corona

News | Rabu, 02 September 2020 | 12:59 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB