3 Jenis Makanan yang Dibutuhkan Tubuh Saat Stres dan Cemas

Vania Rossa

Selasa, 08 September 2020 | 06:03 WIB
3 Jenis Makanan yang Dibutuhkan Tubuh Saat Stres dan Cemas
Ilustrasi Makanan yang Dibutuhkan Tubuh Saat Stres dan Cemas. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar kesehatan memperingatkan bahwa salah satu efek pandemi Covid-19 adalah krisis kesehatan mental. Meskipun terapi dan pola pikir positif dapat membantu mengatasi stres dan cemas, makanan yang Anda santap juga dapat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.

American Psychiatric Association menyebut bahwa ketidakpastian akibat pandemi telah meningkatkan stres dan cemas pada sebagian besar masyarakat, yang juga meningkatkan permintaan pada resep obat antidepresan, anti-kecemasan dan anti-insomnia.

Padahal, tanpa harus terus-menerus bergantung pada obat, beberapa jenis makanan yang menyehatkan otak dapat membantu meringankan dampak kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan stres pascatrauma, demikian dikatakan Uma Naidoo, seorang psikiater nutrisi dan penulis buku “This Is Your Brain on Food", seperti dilansir dari Huffpost.

Deanna Minich, praktisi bersertifikat dari Institute for Fungsional Medicine dan ahli gizi kedokteran fungsional, juga menekankan pentingnya pola makan untuk mengendalikan peradangan dalam tubuh.

“Mengonsumsi makanan yang bersifat antiradang dapat mengurangi inflamasi dalam tubuh yang dapat menjadi akar penyebab gejala atau penyakit,” jelasnya.

Berikut tiga jenis makanan yang Anda butuhkan untuk membantu mengurangi stres dan cemas.

1. Prebiotik dan probiotik
Prebiotik adalah komponen yang tidak dapat dicerna, yang secara alami ditemukan di usus, dan mendorong pertumbuhan bakteri baik. Sedangkan probiotik adalah bakteri baik yang hidup di usus, demikian menurut Academy of Nutrition and Dietetics.

“Sumber makanan prebiotik dan probiotik adalah dasar yang sangat baik untuk mulai mengatur kesehatan usus Anda dan juga kesehatan mental Anda,” kata Naidoo.

Yogurt dengan kultur aktif adalah sumber probiotik teratas, bersama dengan makanan fermentasi seperti miso, kimchi, dan kombucha. Sauerkraut, buttermilk, dan beberapa keju, seperti cheddar, mozzarella, dan Gouda, adalah sumber probiotik lain yang tak kalah bagus.
Sedangkan makanan kaya prebiotik bisa ditemukan pada kacang-kacangan, polong-polongan, oat, bawang putih, bawang merah, buah beri, dan pisang.

baca juga

2. Buah dan sayur
Buah dan sayur mengandung prebiotik, vitamin, mineral, dan antioksidan yang berharga. Misalnya, magnesium yang ditemukan dalam alpukat, kacang-kacangan, dan salmon, serta vitamin C yang terdapat dalam brokoli, jeruk, dan kangkung, dapat membantu mengurangi kecemasan.

Buah dan sayur juga merupakan sumber serat alami yang dapat meredakan kecemasan. Meski faktanya, kurang serat merupakan satu masalah kesehatan yang umum dialami oleh orang dewasa.

“Serat adalah makanan yang baik untuk bakteri di usus Anda,” kata Naidoo. “Saat bakteri usus baik Anda diberi makan oleh nutrisi ini, mereka berkembang biak. Dan dengan berkembang, mereka membantu suasana hati Anda, membantu Anda merasa lebih baik, sehingga kemungkinan terjadi peradangan di dalam tubuh dapat ditekan," katanya.

3. Rempah-rempah
Rempah-rempah bebas kalori dan memiliki aroma khas, dan dampaknya pada kesehatan otak dan usus sering kali diabaikan. Salah satu kombinasi bumbu terbaik adalah kunyit dengan sedikit lada hitam, kata Naidoo. Lada hitam mengaktifkan senyawa kurkumin dalam kunyit yang memiliki manfaat antioksidan dan anti inflamasi.

“Menambahkan kunyit dalam smoothie atau sup adalah cara yang mudah,” katanya. "Anda benar-benar hanya membutuhkan seperempat sendok teh sehari dengan sejumput lada hitam, dan itu dapat menangkal kecemasan, depresi, dan banyak kondisi mental lainnya," katanya.

Oregano kering, bubuk kari, bubuk cabai, dan biji jintan adalah rempah-rempah lain yang memiliki kadar antioksidan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Kesehatan Mental, Ini Pentingnya Me Time di Tengah Pandemi

Jaga Kesehatan Mental, Ini Pentingnya Me Time di Tengah Pandemi

Health | Senin, 07 September 2020 | 05:45 WIB

Kenali Gejalanya, Anak-Anak dan Remaja Juga Bisa Kena Bipolar

Kenali Gejalanya, Anak-Anak dan Remaja Juga Bisa Kena Bipolar

Health | Sabtu, 05 September 2020 | 17:00 WIB

Studi: Menikmati Alam Tekan Masalah Psikologi Anak Akibat Main Gawai

Studi: Menikmati Alam Tekan Masalah Psikologi Anak Akibat Main Gawai

Health | Sabtu, 05 September 2020 | 13:54 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB