Lesi Nyeri di Kulit Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Begini Cirinya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 08 September 2020 | 08:17 WIB
Lesi Nyeri di Kulit Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Begini Cirinya!
Ilustrasi masalah kulit (Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung salah satu kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kematian bila tak segera mendapatkan pertolongan. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya darah yang mencapai jantung.

Serangan jantung juga bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner akibat timbunan lemak menumpuk di arteri, yang membatasi jumlah darah mencapai jantung.

Sejauh ini orang hanya memahami nyeri dada sebagai gejala umum serangan jantung. Tapi, Anda juga berisiko mengalami serangan jantung bila memiliki nodus osler.

Nodus osler adalah jenis benjolan yang muncul berwarna merah atau ungu di kulit. Nodus osler ini mungkin terasa sedikit nyeri dan biasanya muncul di jari tangan serta kaki.

Benjolan ini mungkin merupakan tanda infeksi jantung yang mendasari, yang dikenal sebagai endokarditis infektif.

Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)

Menurut Pusat Dermatologi dan Kanker Kulit Florida, infeksi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, dokter kulit mestinya bisa mendeteksi pasiennya yang berisiko menderita penyakit kardiovaskular dan tidak.

"Lesi yang berubah warna dan nodul nyeri atau nodus osler yang muncul di tangan dan kaki jarang terjadi. Tapi, tanda-tanda infeksi jantung yang disebut endokarditis infektif terdokumentasi dengan baik," jelas Pusat Dermatologi dan Kanker Kulit Florida dikutip dari Express.

Nodul nyeri pasti terasa menyakitkan, benjolan merah-ungu lembut yang berkembang paling sering di jari tangan dan kaki. Nodul nyeri ini bisa muncul berjam-jam hingga hitungan hari.

Tapi, mengobati infeksi jantung yang mendasarinya bisa mengatasi lesi dan kelenjar getah bening. Meski begitu, Anda belum tentu menderita penyakit jantung hanya karena memiliki nodul nyeri.

Karena, kondisi ini bisa juga terjadi akibat alergi atau respons imunologis. Nodul lebih mungkin disebabkan oleh penyakit jantung jika disertai dengan gejala yang lebih umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lelaki Asal Koja Tewas Karena Konsumsi Obat Kuat, Coba Kenali Risikonya!

Lelaki Asal Koja Tewas Karena Konsumsi Obat Kuat, Coba Kenali Risikonya!

Health | Senin, 07 September 2020 | 15:31 WIB

Tangan Berkeringat Dingin, Benarkah Gejala Penyakit Jantung?

Tangan Berkeringat Dingin, Benarkah Gejala Penyakit Jantung?

Health | Minggu, 06 September 2020 | 08:00 WIB

Studi: Covid-19 Bisa Memicu Kerusakan Jantung, Bahkan Pada Pasien Tak Parah

Studi: Covid-19 Bisa Memicu Kerusakan Jantung, Bahkan Pada Pasien Tak Parah

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 12:50 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB