Ahli Temukan Molekul Antibiotik yang Bisa Bunuh Sel Terinfeksi HIV

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Jum'at, 11 September 2020 | 17:11 WIB
Ahli Temukan Molekul Antibiotik yang Bisa Bunuh Sel Terinfeksi HIV
Ilustrasi HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak kasus HIV/AIDS meledak pada 1980-an, para peneliti telah emncari cara untuk mengakali virus mematikan ini. Sekarang, berkat terapi anti-retrovial, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat hidup dengan rentang hidup relatif normal, selama mereka meminum obatnya setiap hari.

"Jika mereka berhenti, dalam waktu singkat virus akan kembali menyerang," kata Mark Painter, Ph.D., mahasiswa pascasarjana di Departemen mikrobiologi dan imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Michigan.

HIV dapat bersembunyi di dalam genom manusia, 'tertidur' dan siap muncul kapan saja. Karenanya, pengoabtan sejati untuk HIV bergantung pada membangunkan 'virus laten' atau virus yang tidak aktif dan menghilangkannya sebelym mereka kembali menguasai sel-sel tubuh.

Melakukan penelitian di bawah arahan Kathleen Collins, MD, Ph.D., mereka berusaha menemukan 'senjata' untuk membunuh HIV dengan menargetkan protein, yang disebut Nef.

Peneliti mencoba menentukan apakah sudah ada obat atau molekul yang disetujui BPOM AS (FDA) di pasaran yang dapat menggantikan Nef, memulihkan MHC-I dan memungkinkan sistem kekebalan tubuh sendiri, khususnya sel limfosit T sitotoksik, untuk mengenali sel yang terinfeksi HIV, dan menghancurkannya.

Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

MHC-I adalah protein pada permukaan sel yang memungkinkan sel kekebalan mengetahui bahwa sel tersebut terinfeksi dan harus disingkirkan.

Setelah menyaring sekitar 30.000 molekul, mereka menemukan bahwa kelas molekul antibiotik yang disebut pleicomacrolides menghambat Nef.

Dalam percobaan bukti konsep, mereka mengobati sel yang terinfeksi HIV, dan Nef mengekspresikan sel dengan concanamycin A. Mereka menemukan bahwa sel T sitotoksik mampu membersihkan sel T yang terinfeksi.

"Saya berharap kami akan menemukan sesuatu yang bekerja sebaik senyawa ini, tetapi tidak pernah ada jaminan bahwa kami benar-benar akan berhasil. Jenis penelitian ini berisiko tetapi sangat penting karena potensi imbalannya," kata Collins, dilansir Medical Express.

baca juga

Namun, peneliti mengatakan perlu dilakukan banyak studi untuk mengoptimalkan senyawa tersebut.

Collins dan rekan-rekannya terus bekerja untuk menyempurnakan kimiawi concanamycin A agar lebih layak sebagai terapi potensial HIV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Obat dan Transplantasi Sumsum Tulang, Wanita ini Sembuh dari HIV!

Tanpa Obat dan Transplantasi Sumsum Tulang, Wanita ini Sembuh dari HIV!

Health | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 04:31 WIB

Pandemi Virus Corona Tingkatkan Kematian Akibat TB, HIV, hingga Malaria

Pandemi Virus Corona Tingkatkan Kematian Akibat TB, HIV, hingga Malaria

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 16:11 WIB

Gara-gara Corona, Kematian karena HIV, TB, dan Malaria Diprediksi Meningkat

Gara-gara Corona, Kematian karena HIV, TB, dan Malaria Diprediksi Meningkat

Health | Selasa, 14 Juli 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Restorasi Bukan Penghapus Dosa Karhutla, Tata Kelola Lahan Perlu Dievaluasi Total

Restorasi Bukan Penghapus Dosa Karhutla, Tata Kelola Lahan Perlu Dievaluasi Total

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928 untuk Dibaca saat Upacara Sumpah Pemuda

Teks Keputusan Kongres Pemuda 1928 untuk Dibaca saat Upacara Sumpah Pemuda

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Urutan Skincare Pagi Hanasui untuk Atasi Flek Hitam, Wajah Jadi Lebih Cerah

Urutan Skincare Pagi Hanasui untuk Atasi Flek Hitam, Wajah Jadi Lebih Cerah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:25 WIB

BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026

BPPD DIY Dorong Yogyakarta Jadi Destinasi Cultural Wellness Berkelanjutan Lewat Festival 2026

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Dua Tahun MBG: Bangun Ekosistem Pangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Fundamental Bisnis Solid, BRI Lanjutkan Buyback Saham hingga Januari 2027

Fundamental Bisnis Solid, BRI Lanjutkan Buyback Saham hingga Januari 2027

Sumbar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid

Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid

Batam | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:23 WIB

3 Rekomendasi Masker Wajah Glad2Glow untuk Kulit Bersih, Lembap, dan Glowing

3 Rekomendasi Masker Wajah Glad2Glow untuk Kulit Bersih, Lembap, dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Bali | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:17 WIB

×