Studi Lebanon: Covid-19 Bisa Menjadi Penyakit Musiman Seperti Flu

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 15 September 2020 | 20:55 WIB
Studi Lebanon: Covid-19 Bisa Menjadi Penyakit Musiman Seperti Flu
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa Covid-19 kemungkinan bisa menjadi penyakit musiman seperti flu.

Tetapi ini terjadi apabila masyarakat mencapai kekebalan kawanan atau herd immunity, yang artinya cukup banyak orang yang kebal virus corona untuk mencegah penyebaran.

"Covid-19 akan bertahan dan akan terus menyebabkan wabah sepanjang tahun sampai kekebalan kawanan tercapai," kata penulis senior studi Hassan Zaraket, dari American University of Beirut di Lebanon.

Karenanya, peneliti menyarankan masyarakat untuk belajar menghadapinya dan terus mempraktikan tindakan pencegahan, termasuk pemakaian masker, menjaga jarak dan kebersihan tangan, serta menghindari pertemuan.

Dilansir Live Science, ulasan studi ini terbit di jurnal Frontiers in Public Health, pada Selasa (15/9/2020).

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Apa yang membuat virus bersifat musiman?

Sebenarnya, para ilmuwan tidak tahu pasti mengapa virus bisa mengikuti pola musiman, tetapi ada sejumlah faktor yang berperan.

Misalnya, penelitian menunjukkan banyak virus pernapasan lebih stabil dan bertahan di udara lebih lama di lingkungan dengan suhu dingin dan kelembapan rendah.

Perilaku manusia, seperti berkumpul di dalam ruangan pada musim dingin, juga dapat meningkatkan penularan.

Studi awal tentang SARS-CoV-2 menunjukkan bahwa penularan virus dapat meningkat saat suhu yang lebih dingin dan penurunan suhu yang lebih hangat.

Tetapi dengan penyakit menular apa pun, agar kasusnya menurun, faktor yang dikenal sebagai "angka reproduksi dasar" (R0), atau jumlah rata-rata orang yang tertular virus dari satu orang yang terinfeksi, perlu turun di bawah 1.

R0 untuk Covid-19 tampaknya relatif tinggi, dengan banyak ilmuwan memperkirakan nilai antara 2 dan 3, dibandingkan dengan sekitar 1,3 untuk flu, kata penulis.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Jumlah yang tinggi ini mungkin disebabkan, sebagian, karena tidak adanya kekebalan yang sudah ada sebelumnya di masyarakat.

Dengan R0 yang lebih tinggi, penulis memperkirakan faktor musiman akan lebih sulit untuk menekan R0 di bawah 1.

“Oleh karena itu, tanpa intervensi kesehatan masyarakat, SARS-CoV-2 akan terus menyebar di musim panas seperti yang disaksikan di banyak negara di seluruh dunia,” tulis penulis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Jadi Klaster Covid-19, Kemendagri: TPS Harus Terpapar Sinar Matahari

Cegah Jadi Klaster Covid-19, Kemendagri: TPS Harus Terpapar Sinar Matahari

News | Selasa, 15 September 2020 | 20:25 WIB

Satgas Covid: Pemerintah Tak Sarankan Masker Scuba dan Buff karena Tipis

Satgas Covid: Pemerintah Tak Sarankan Masker Scuba dan Buff karena Tipis

News | Selasa, 15 September 2020 | 20:13 WIB

Saefullah Dirawat Akibat Covid-19, Anies Tunjuk Sri Haryati Plh Sekda DKI

Saefullah Dirawat Akibat Covid-19, Anies Tunjuk Sri Haryati Plh Sekda DKI

Jakarta | Selasa, 15 September 2020 | 20:12 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB