Sering Merasa Tersedak? Hati-Hati Gejala Lain Serangan Jantung!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 21 September 2020 | 16:36 WIB
Sering Merasa Tersedak? Hati-Hati Gejala Lain Serangan Jantung!
Ilustrasi tersedak, serangan jantung (shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung juga disebut sebagai infark miokard (MI) yang termasuk masalah kesehatan serius dan membutuhkan penanganan medis segera.

Kondisi yang bisa menyebabkan kematian ini bisa dialami oleh siapa pun, terutama orang dengan riwayat kesehatan keluarga atau pribadi menderita penyakit jantung.

Tapi dilansir dari Express, seseorang bisa mencegah terjadi komplikasi dan kematian akibat serangan jantung dengan memperhatikan gejalanya. Salah satu gejala serangan jantung adalah perasaan tersedak.

Seseorang yang hendak mengalami serangan jantung juga mungkin mengalami perut seperti mulas disertai rasa kenyang atau gangguan pencernaan.

Ada pula gejala lain yang mungkin tidak disadari termasuk keringat berlebihan, sakit perut, pusing dan sakit. Selain itu, orang juga mungkin mengalami kelemahan yang parah, rasa cemas dan kelelahan luar biasa.

Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)

Gejala serangan jantung yang paling jelas adalah ketidaknyamanan di dada, lengan atau bawah tulang dada. Kondisi ini biasanya terasa seperti ada tekanan, berat, sesak, tertekan atau nyeri.

Pada kondisi itu, Anda harus segera menghubungan pelayanan medis darurat. Terlebih, jika gejala sudah menyebar dari area dada ke punggung, tenggorokan atau lengan.

Beberapa orang yang menderita serangan jantung mungkin merasa jantungnya berdetak sangat cepat. Tapi, seseorang yang berisiko serangan jantung belum tentu mengalami semua gejalanya.

Anda tak perlu menunggungnya, lebih baik segera hubungi layanan medis bila sudah mengalami salah satu gejala serangan jantung tersebut.

Karena, gejala serangan jantung bisa berbeda dari orang ke orang. Bahkan gejala serangan jantung juga bervariasi antara setiap orang.

Artinya, seseorang yang sudah pernah mengalami serangan jantung mungkin juga akan mengalami gejala yang berbeda bila kondisinya kambuh lagi.

Satu hal yang paling penting, Anda juga harus mencegah terjadinya serangan jantung seperti perubahan pola hidup. Jika Anda sudah pernah menderita atau berisiko sakit jantung, Anda harus berusaha menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Pada tindakan pencegahan ini, Anda bisa mencoba olahraga lebih rutin dan mengonsumsi makanan sehat. Anda perlu olahraga setidaknya 150 menit dalam intensitas sedang selama seminggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian WHO: Penyakit Jantung dan Diabetes Bikin Covid-19 Tambah Parah

Penelitian WHO: Penyakit Jantung dan Diabetes Bikin Covid-19 Tambah Parah

Health | Senin, 21 September 2020 | 15:09 WIB

Harus Tahu, 4 Kondisi Kesehatan Ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Harus Tahu, 4 Kondisi Kesehatan Ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 12:19 WIB

Cek Risiko Serangan Jantung, Seberapa Sering Anda Buang Air Kecil?

Cek Risiko Serangan Jantung, Seberapa Sering Anda Buang Air Kecil?

Health | Kamis, 17 September 2020 | 13:13 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB