Kemenkes Pastikan Laboratorium Tes Covid-19 Memenuhi Standar Litbangkes

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Selasa, 22 September 2020 | 07:46 WIB
Kemenkes Pastikan Laboratorium Tes Covid-19 Memenuhi Standar Litbangkes
Ilustrasi Tes Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Tes Covid-19 tidak bisa dilakukan di sembarang di laboratorium. Hanya laboratorium yang telah memenuhi syarat sebagai laboratorium Bio Safety Level II (BSL-II) yang bisa melakukan pemeriksaan spesimen virus corona.

Namun, banyak masyarakat masih dibuat bingung dengan hasil tes Covid-19 yang didapatnya, lantaran terjadi perbedaan hasil dengan tes awal. Bahkan, tes Covid-19 yang sama bisa berbeda hasilnya saat dilakukan di dua laboratorium yang berbeda.

Hal inilah yang terjadi pada dua orang karyawan perkantoran bernama R dan A. Keduanya dinyatakan OTG Covid-19 setelah melakukan uji serologi. Lalu mereka pun diminta melakukan isolasi mandiri.

Selang beberapa hari, R dan A melakukan tes PCR di sebuah laboratorium untuk memastikan positif atau negatif corona. Namun, hasil periksa menyatakan kedua negatif Covid-19. Padahal, hasil serologi yang sudah dilakukan oleh kantor mereka adalah reaktif.

Karena pihak kantor ragu, mereka pun memutuskan melakukan tes PCR kembali di sebuah rumah sakit. Hasilnya, positif Covid-19.

Menanggapi kasus ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan perbedaan hasil tes di laboratorium memang bisa terjadi karena tergantung ketelitian tenaga kesehatan yang mengambil sampel.

"Perlu dicek apa di-swabnya diambil oleh orang yang sama atau tidak, dites di tempat yang sama atau tidak. Juga harus dicek kualitas reagennya," ujar Yurianto kepada Suara.com, Senin (21/09/2020).

Reagen merupakan cairan untuk tes virus corona dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Selain reagen, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hasil tes menjadi beda. Atau saat diambil sampel atau swab-nya tidak baik, sehingga tidak terambil material yang tepat.

Perbedaan pemeriksaan virus corona melalui rapid test dan pemeriksaan swab juga berpengaruh, dan itu perlu diamati, karena rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. Sementara, untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab yang digunakan.

Menurut Yuri, hasil berbeda bisa berbeda karena pemeriksaan sampel dilakukan di tempat yang berbeda. Itu sebabnya, dirinya lebih menyarankan agar masyarakat tidak melakukan pemeriksaan ke laboratorium dan dokter yang berbeda.

Yuri memastikan setiap laboratorium yang menyelenggarakan tes Covid-19 itu akan mendapatkan izin dari Litbangkes, sehingga tak mungkin adanya laboratorium berulah, karena ini virus yang bisa membahayakan setiap orang.

“Sejak dulu standar laboratorium itu ketat, tak mudah untuk membuka layanan itu. Terpenting memenuhi persyaratan untuk membuka laboratorium, dan standar penilaiannya bisa mendapatkan izin itu berada di Litbangkes,” jelasnya.

Kendati begitu, jika memang pihaknya menemukan laboratorium yang belum memenuhi standar tes Covid-19, tentu akan langsung ditindak. Namun, ia kembali tegaskan bahwa semua laboratorium yang diizinkan melakukan tes itu pasti sudah memenuhi standar Litbangkes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Tambah Banyak, Amerika Serikat Terus Tingkatkan Jumlah Tes Covid-19

Pasien Tambah Banyak, Amerika Serikat Terus Tingkatkan Jumlah Tes Covid-19

Health | Senin, 21 September 2020 | 16:11 WIB

Agar Bisa Mengajar di Sekolah, Guru di Spanyol Wajib Tes Covid-19

Agar Bisa Mengajar di Sekolah, Guru di Spanyol Wajib Tes Covid-19

Health | Senin, 21 September 2020 | 15:52 WIB

Gratiskan Tes COVID-19, Prancis Laporkan 10.000 Kasus Dalam Sehari

Gratiskan Tes COVID-19, Prancis Laporkan 10.000 Kasus Dalam Sehari

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 14:09 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB