Tak Semuanya Sehat, Sayuran Jenis Ini Justru Picu Tekanan Darah Tinggi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 24 September 2020 | 17:35 WIB
Tak Semuanya Sehat, Sayuran Jenis Ini Justru Picu Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi salah satu kondisi yang bisa memicu penyakit kronis, seperti serangan jantung dan stroke. Kondisi ini terjadi akibat tekanan ekstra pada pembuluh darah dan organ vital.

Tekanan darah tinggi ini bisa disebabkan oleh pola makan tidak sehat dan kurang olahraga. Jadi, menghindari makanan tertentu bisa menjadi kunci untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut Dr Sarah Brewer, Direktur medis Healthspan, kentang bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah yang signifikan. Makan kentang panggang bisa meningkatkan risiko hipertensi hingga 11 persen.

Sebuah penelitian telah mengungkapkan keripik adalah bentuk olahan kentang terburuk untuk tekanan darah.

Makan keripik kentang secara teratur bisa memicu tekanan darah tinggi sebesar 17 persen, dibandingkan mereka yang makan kurang dari 1 porsi keripik kentang setiap bulannya.

Ilustrasi kentang. (shutterstock)
Ilustrasi kentang. (shutterstock)

"Makanan tertentu sangat baik untuk dimakan jika Anda menderita tekanan darah tinggi. Karena, makanan tertentu itu bisa menurunkan risiko serangan jantung atau stroke," kata Dr Brewer dikutip dari Express.

Dr Brewerr juga mengatakan makan 4 atau lebih porsi kentang seminggu berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi secara signifikan. Temuan itu berdasarkan penelitian yang diikuti lebih dari 187 ribu dokter dan perawat selama lebih dari 20 tahun.

Penelitian itu mengungkapkan makan kentang panggang, rebus atau tumbuk meningkatkan risiko sebesar 11 persen dan kentang goreng sebesar 17 persen, dibandingkan mereka yang makan kurang dari 1 porsi kentang per bulan.

"Hubungan statistik ini tetap ada setelah menyesuaikan total asupan natrium, kalium, magnesium, kalsium, serat dan lemak makanan. Bahkan, setelah kami memperhitungkan berat badan dan usia seseorang," jelasnya.

Cara terbaik untuk melindungi diri dari tekanan darah tinggi adalah mengonsumsi buah bit sebagai pengganti kentang.

Karena, buah bit kaya akan nitrit yang bisa berubah menjadi oksida nitrat dalam tubuh. Oksida nitrat ini membantu melebarkan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Minum 250 ml jus bit setiap hari selama sebulan bisa menurunkan tekanan darah hingga 7,7/5,2 mmHg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?

Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?

Health | Selasa, 22 September 2020 | 18:58 WIB

Zodiak Kesehatan Hari Ini, Selasa 22 September: Cancer Makan Sayuran Warna

Zodiak Kesehatan Hari Ini, Selasa 22 September: Cancer Makan Sayuran Warna

Health | Selasa, 22 September 2020 | 07:30 WIB

Agar Jantung Tetap Sehat, Berikut 7 Langkah Menjaga Tekanan Darah

Agar Jantung Tetap Sehat, Berikut 7 Langkah Menjaga Tekanan Darah

Health | Sabtu, 19 September 2020 | 17:01 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB