Hari Kontrasepsi Sedunia, Penerima Layanan KB di Indonesia Menurun

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 26 September 2020 | 09:14 WIB
Hari Kontrasepsi Sedunia, Penerima Layanan KB di Indonesia Menurun
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 September, pelayanan kontrasepsi di Indonesia terus mendapat sorotan. Hal ini mengingat pandemi Covid-19 membuat akses terhadap fasilitas kesehatan mengalami penurunan. Dan hal ini juga berdampak pada penurunan jumlah akseptor Keluarga Berencana (KB) yang menjadi faktor terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan dengan presentasi hampir mencapai 17,5 persen.

Sedangkan untuk data dunia, United Nation Population Fund (UNFPA) pada Agustus 2020 mencatat 47 juta perempuan di seluruh dunia terancam tidak mendapatkan akses terhadap alat kontrasepsi. Akibat hal tersebut, diperkirakan terjadi lonjakan sebanyak 7 juta kehamilan yang tidak direncanakan selama pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

"Dari Maret hingga Mei ada penurunan. Bulan Juni ada peningkatan signifikan dalam pelayanan karena pada saat itu kita adakan Hari Keluarga Nasional, targetnya sejuta akseptor perdaerah. Juli kembali agak turun lagi," jelas Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kepala BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, dalam konferensi pers secara virtual bersama BKKBN dan PT bayer Indonesia, Jumat (26/9/2020) di Jakarta.

Untuk itu, lanjut Dwi, untuk mengejar ketertinggalan, BKKBN melakukan beberapa langkah strategis dan cepat, seperti layanan kontrasepsi bagi satu juta akseptor dari rumah ke rumah di seluruh Indonesia; membuat sistem informasi secara masif dengan menggunakan multi-level networking mencakup 34 provinsi, 514 kabupaten, 23.400 penyuluh lapangan dan 1,2 juta kader; dan menggunakan teknologi digital seperti KlikKB dalam pemberikan konseling kontrasepsi.

Dalam melakukan pelayanan di tengah pandemi virus Covid-19, petugas kesehatan serta bidan wajib mengikuti prosesur keamanan yang telah ditetapkan, baik untuk melindungi dirinya sendiri dan para akseptor.

"Harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) tergantung metode kontrasepsinya. Kalau pil itu sederhana seperti masker dan sarung tangan. Tapi kalau terjadi kontak yang intens seperti IUD dan implan harus menggunakan hazmat," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKKBN: Program KB Terancam Gagal akibat Pandemi Virus Corona

BKKBN: Program KB Terancam Gagal akibat Pandemi Virus Corona

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 18:57 WIB

DKT Indonesia Rilis Pil KB Baru yang Mampu Jaga Keseimbangan Hormon Wanita

DKT Indonesia Rilis Pil KB Baru yang Mampu Jaga Keseimbangan Hormon Wanita

Health | Kamis, 24 September 2020 | 17:29 WIB

Cegah Kehamilan Tak Terduga Selama Pandemi, BKKBN Luncurkan Aplikasi Klikkb

Cegah Kehamilan Tak Terduga Selama Pandemi, BKKBN Luncurkan Aplikasi Klikkb

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:56 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB