Ketoasidosis Diabetik Turunkan Kemampuan Kognitif Anak Penderita Diabetes

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Sabtu, 26 September 2020 | 17:15 WIB
Ketoasidosis Diabetik Turunkan Kemampuan Kognitif Anak Penderita Diabetes
Diabetes tipe 1 pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru mengungkapkan satu episode parah ketoasidosis diabetik (DKA) pada anak-anak yang didiagnosis baru diabetes tipe 1 terkait berkaitan dengan masalah kognitif mereka.

Sedangkan pada anak-anak yang didiagnosis dengan diabetes tipe 1 lebih dahulu, terjadinya DKA berulang memprediksi kinerja kognitif yang lebih rendah setelah memperhitungkan kontrol glikemik.

Ketoasidosis diabetik (DKA) merupakan komplikasi serius namun umum dari diabetes tipe 1, menurut The Health Site.

Menurut penelitian UC Davis Health, Komplikasi ini berkaitan dengan kemampuan kognitif yang lebih rendah dan memori yang lebih buruk pada anak-anak dengan diabetes tipe 1.

Studi yang dipublikasikan di Diabetes Care baru-baru ini juga merupakan penelitian skala besar pertama yang membedakan antara dampak DKA pada anak-anak yang baru didiagnosis diabetes tipa 1 dan yang sudah didiagnosis sejak lama.

Nick Jonas menceritakan dirinya idap diabetes tipe 1 (Instagram/Nick Jonas)
Nick Jonas menceritakan dirinya idap diabetes tipe 1 (Instagram/Nick Jonas)

Gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan ketoasidosis diabetik

DKA terjadi ketika diabetes tidak terdiagnosis atau tidak dikelola dengan baik. Saat ini terjadi, gula darah menjadi sangat tinggi karena zat asam yang disebut keton menumpuk ke tingkat yang berbahaya di tubuh.

Tanda awal DKA termasuk rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, dan mual, sakit perut, kelemahan dan kebingungan.

Studi tersebut menemukan di antara anak-anak yang baru didiagnosis dengan diabetes tipe 1, mereka yang mengalami DKA sedang dan berat memiliki memori jangka panjang dan IQ yang lebih buruk.

baca juga

Defisit kemampuan kognitif juga dapat memburuk seiring waktu, yang mana dibuktikan dengan lebih buruknya kinerja kognitif pada anak yang lebih dulu didiagnosis diabetes tipe 1.

Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya pencegahan DKA pada anak yang menderita diabetes tipe 1 dan perlunya diagnosis tepat waktu seblum komplikasi DKA berkembang. Ada peluang untuk mencegah DKA dengan pengelolaan kadar glukosa dalam darah secara tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Diabetes Tipe 1 Bisa Berubah Jadi Tipe 2? Ini Faktanya

Benarkah Diabetes Tipe 1 Bisa Berubah Jadi Tipe 2? Ini Faktanya

Health | Senin, 21 September 2020 | 13:50 WIB

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:55 WIB

Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Virus Corona Covid-19 Sebabkan Diabetes Tipe 1 pada Anak-Anak, Benarkah?

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:13 WIB

Terkini

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

×