Di Rumah Saja Gegara Pandemi, Ini 6 Hal yang Terjadi pada Tubuh

Vania Rossa

Senin, 28 September 2020 | 09:02 WIB
Di Rumah Saja Gegara Pandemi, Ini 6 Hal yang Terjadi pada Tubuh
Ilustrasi lelaki bekerja di rumah. [Shuttterstock]

Suara.com - Sejak wabah virus corona resmi dinyatakan sebagai pandemi, gerakan berdiam diri di rumah saja mulai digaungkan di seluruh dunia, karena dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk menghindari tertular Covid-19. Tapi, ada harga yang harus dibayar tubuh untuk itu.

Meski berdiam diri di rumah dapat menyelamatkan Anda dari Covid-19, ada dampak pada tubuh yang mungkin akan tetap Anda rasakan setelah pandemi berakhir. Ini dia yang bisa terjadi pada tubuh Anda setelah berbulan-bulan mengurung diri, seperti dilansir dari CNN.

1. Otot Anda melemah
Di rumah saja mungkin terasa nyaman. Tapi menjadi tidak aktif dapat membuat tubuh Anda melemah. Dan itu akan mulai terasa setelah seminggu Anda berdiam diri si rumah.

Manusia pada dasarnya akan kehilangan kekuatan otot lebih cepat ketika menua, kata Keith Baar, seorang profesor fisiologi olahraga molekuler di University of California - Davis. Ketika Anda kehilangan kekuatan otot, Anda tidak selalu kehilangan massa otot. Kehilangan kekuatan otot, menurut Baar, adalah salah satu indikator terkuat tentang berapa lama Anda akan hidup.

"Semakin kuat kita bertahan, semakin mudah bagi kita untuk mempertahankan umur panjang kita," katanya.

2. Jantung dan paru-paru Anda semakin lemah
Jika Anda tidak berolahraga, Anda tidak akan meningkatkan detak jantung Anda. Dan saat jantung tidak memompa sekuat tenaga, itu menjadi lebih lemah, kata Baar.

Hal yang sama terjadi pada paru-paru Anda saat Anda tidak aktif, kata Dr. Panagis Galiatsatos, ahli paru dari Johns Hopkins Bayview Medical Center. Dia mengatakan banyak pasiennya merasa fungsi pernapasan mereka memburuk karena mereka tidak lagi dikondisikan untuk berolahraga.

Orang dengan kesehatan paru-paru yang buruk sudah dianggap lebih rentan terhadap virus corona, karena ini adalah penyakit pernapasan, sehingga mereka cenderung tinggal di rumah untuk mengurangi risiko infeksi. Tetapi jika mereka tidak bergerak dan meningkatkan aliran darah ke paru-paru mereka, maka kondisi mereka yang sudah ada sebelumnya dapat membahayakan mereka. Latihan adalah satu-satunya kunci untuk meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru.

"Tidak ada obat tunggal yang dapat melakukannya," kata Galiatsatos. Jika tidak aman meninggalkan rumah, Baar merekomendasikan menari atau menemukan benda-benda rumah tangga untuk latihan kekuatan rumah.

baca juga

3. Anda menjadi gemuk
Jika Anda di rumah sepanjang hari, setiap hari, kemungkinan besar Anda akan menjadi lebih dekat pada dapur Anda. Ada dua perspektif. Hal ini bisa membuat Anda menjadi lebih sering menunda makan, atau menjadi lebih sering makan.

Jika waktu makan Anda menjadi lebih jarang, hal ini dapat menyebabkan tingkat insulin Anda melonjak. Insulin mendorong penyimpanan lemak dan mengubah molekul lemak lainnya menjadi lemak, kata Giles Duffield, seorang profesor anatomi dan fisiologi di Universitas Notre Dame yang mempelajari ritme sirkadian dan metabolisme, di antara mata pelajaran lainnya.

Tapi, makan berlebihan juga menjadi masalah. Pada awal pandemi, banyak orang menimbun makanan yang tidak mudah busuk karena takut terjadi kekurangan pasokan, kata Duffield. Banyak makanan tahan busuk yang diproses dengan baik dan kaya akan gula dan pati.

Kenaikan berat badan selama periode stres intens adalah normal. Namun, penambahan berat badan menjadi berbahaya jika berubah menjadi obesitas. Kemudian, tubuh Anda mungkin mulai menolak insulin, dan masalah kesehatan kronis seperti penyakit metabolik atau diabetes dapat berkembang, kata Duffield.

4. Postur Anda terpengaruh
Posisi duduk kita, tanpa disadari, semakin 'tenggelam' - merosot ke depan, bahu membungkuk, tulang belakang melengkung, leher ditekuk. Duduk dan berbaring sepanjang hari dapat sangat memengaruhi postur tubuh Anda dan membebani punggung, leher, bahu, pinggul, dan mata Anda, kata Brandon Brown, seorang ahli epidemiologi dan profesor di Pusat Komunitas Sehat di Universitas California - Riverside.

Brown menyarankan untuk bangun dari tempat duduk Anda sekali dalam satu jam, berjalan-jalan dan meregangkan tubuh sejenak. Anda bisa mencoba berbaring di lantai dan membiarkan punggung Anda meluruskan dirinya, demikian sarannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Menkes Negara Dunia yang Mundur dari Jabatan Karena Pandemi Covid-19

Daftar Menkes Negara Dunia yang Mundur dari Jabatan Karena Pandemi Covid-19

Jakarta | Minggu, 27 September 2020 | 18:40 WIB

Ini 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Kunjungi Ekowisata Usai Pandemi Berakhir

Ini 4 Alasan Kenapa Kamu Harus Kunjungi Ekowisata Usai Pandemi Berakhir

Lifestyle | Minggu, 27 September 2020 | 20:00 WIB

Usai Pandemi, Ini Rekomendasi Produk Ekowisata yang Bakal Diminati

Usai Pandemi, Ini Rekomendasi Produk Ekowisata yang Bakal Diminati

Lifestyle | Minggu, 27 September 2020 | 16:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB