Ahli Sarankan Minum Kopi setelah Sarapan Pagi, Mengapa?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 01 Oktober 2020 | 09:11 WIB
Ahli Sarankan Minum Kopi setelah Sarapan Pagi, Mengapa?
Ilustrasi minum kopi setelah sarapan (shutterstock)

Suara.com - Banyak orang mungkin memiliki kebiasaan minum kopi di pagi hari sebelum beraktivitas dan sarapan. Tetapi, sebuah penelitian justru mendesak semua orang untuk selalu minum kopi di pagi hari setelah sarapan, bukan sebelumnya.

Peneliti dari University of Bath mengungkapkan bahwa minum kopi sebelum makan atau saat buka puasa bisa mengganggu kontrol kadar gula darah dalam tubuh.

"Kami tahu bahwa hampir setengah dari kita selalu bangun pagi hari, lalu minum kopi sebelum beraktivitas. Jika seseorang merasa lelah, maka semakin kuat kadar kopi yang dikonsumsinya," jelas Profesor James Betts dikutip dari Mirror UK.

Menurut James Betts, studi ini penting demi memiliki implikasi kesehatan yang luas karena pengetahuan yang terbatas bisa berdampak pada pengendalian metabolisme dan gula darah.

Sederhananya, kontrol gula darah adalah bagian tubuh yang bekerja pertama kali ketika seseorang minum kopi, terutama setelah mengalami gangguan tidur. Karena itu, seseorang disarankan untuk makan dulu sebelum minum kopi.

Ilustrasi minum kopi
Ilustrasi minum kopi (shutterstock)

Dalam studi tersebut, para peneliti meminta 29 pria dan wanita sehat untuk menjalani 3 eksperimen yang berbeda-beda semalam secara acak.

Pada percobaan pertama, partisipan memiliki tidur malam yang normal dan diminta untuk mengonsumsi minuman manis ketika bangun tidur di pagi harinya.

Percobaan kedua, partisipan mengalami gangguan tidur malam dan konsumsi minuman manis yang sama saat bangun tidur.

Percobaan terakhir, partisipan mengalami gangguan tidur malam tapi diminta minum kopi hitam kental 30 menit sebelum konsumsi minuman manis.

baca juga

Pada setiap tahapan eksperimen, peneliti selalu mengambil sampe darah dari partisipan setelah konsumsi minuman manis.

Hasil penelitian ini pun mengungkapkan bahwa gangguan tidur semalam tidak memperburuk respons glukosa darah peserta saat sarapan, jika dibandingkan dengan tidur malam normal.

Tapi, minum kopi hitam kental sebelum sarapan bisa meningkatkan respons glukosa darah untuk sarapan sekitar 50 persen secara substansial.

"Individu harus mencoba untuk menyeimbangkan manfaat stimulasi potensial dari kopi berkafein di pagi hari dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dan lebih baik untuk mengonsumsi kopi setelah sarapan daripada sebelumnya," kata Harry Smith, yang memimpin penelitian tersebut.

Harry Smith juga mengatakan banyak hal tentang efek tidur pada metabolisme tubuh kita yang masih perlu diketahui, seperti seberapa banyak gangguan tidur mengganggu metabolisme tubuh dan implikasi jangka panjangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Penyakit Radang Usus, Boleh Nggak Ya Minum Kopi?

Punya Penyakit Radang Usus, Boleh Nggak Ya Minum Kopi?

Health | Selasa, 29 September 2020 | 15:05 WIB

Hits Kesehatan: Efek Minum Kopi 1 Liter, India Nekat Buka Taj Mahal

Hits Kesehatan: Efek Minum Kopi 1 Liter, India Nekat Buka Taj Mahal

Health | Sabtu, 26 September 2020 | 10:25 WIB

Minum Kopi Hingga 1 Liter Setiap Hari, Risikonya Penyakit Jantung

Minum Kopi Hingga 1 Liter Setiap Hari, Risikonya Penyakit Jantung

Banten | Jum'at, 25 September 2020 | 21:20 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB