Mengenal Imposter Syndrome, Kondisi Mental yang Bikin Rendah Diri

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 05 Oktober 2020 | 16:25 WIB
Mengenal Imposter Syndrome, Kondisi Mental yang Bikin Rendah Diri
Ilustrasi Imposter Syndrome

Suara.com - Sudah sukses atau berprestasi, namun merasa tak layak memiliki pencapaian tertentu? Mungkin saja Anda mengidap Imposter Syndrome (IS) atau sindrom penipu. Imposter syndrome atau yang juga disebut dengan fraud syndrome adalah kondisi psikologi yang sering kali dialami perempuan karir yang tengah memiliki pencapaian tertentu. 

Melansir dari Hello Sehat, imposter syndrome merupakan kondisi mental di mana seseorang merasa tidak pantas meraih kesuksesan atau pencapaian tertentu. 

Sindrom tersebut memang tidak masuk dalam Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) yang berarti bukan termasuk gangguan jiwa. Meskipun begitu, imposter syndrome cukup umum dalam kehidupan masyarakat yang kadang disertai gejala gangguan kecemasan dan depresi. 

Dilansir dari Time, sindrom penipu pertama kali diidentifikasi pada tahun 1978 oleh psikolog Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes.

Pakar imposter syndrome Valerie Young, menunjukkan bahwa ada pola diri yang nyatanya bisa membentuk imposter syndrome, salah satunya adalah orang yang perfeksionis. 

Orang yang perfeksionis menetapkan ekspektasi yang sangat tinggi pada diri mereka sendiri. Bahkan jika telah memenuhi 99 persen dari tujuannya, mereka tetap akan merasa gagal karena tidak mencapai 100 persen. 

Setiap kesalahan kecil juga akan membuat mereka mempertanyakan kompetensi mereka sendiri.

Sindrom ini juga sering kali menyerang orang yang merasa harus melakukan semuanya sendiri. Selain itu, orang yang merasa ingin sukses dan menunjukkan pembuktian juga banyak yang mengalami Imposter Syndrome. 

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi

Menurut Hello Sehat, beberapa gejala orang yang mengalami imposter syndrome antara lain:

  • Gampang cemas
  • Tidak percaya diri
  • Frustasi atau depresi ketika gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan sendiri
  • Cenderung perfeksionis (menuntut kesempurnaan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komplikasi Virus Corona, Ahli Inggris Sebut Pasien Bisa Alami Psikosis

Komplikasi Virus Corona, Ahli Inggris Sebut Pasien Bisa Alami Psikosis

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 13:34 WIB

Benarkah Stres Bikin Lebih Mudah Tertular Covid-19? Ini Kata Psikolog

Benarkah Stres Bikin Lebih Mudah Tertular Covid-19? Ini Kata Psikolog

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:25 WIB

Harus Diwaspadai, Perilaku Melukai Diri Sendiri pada Remaja Bisa Menular

Harus Diwaspadai, Perilaku Melukai Diri Sendiri pada Remaja Bisa Menular

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB