Mesti Dihindari, Ini Makanan yang Bisa Sebabkan Osteoporosis, Apa Saja?

Bimo Aria Fundrika | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020 | 06:45 WIB
Mesti Dihindari, Ini Makanan yang Bisa Sebabkan Osteoporosis, Apa Saja?
Ilustrasi osteoporosis. (Shutterstock)

Suara.com - Osteoporosis  masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Apalagi penyakit ini merupakan silent disease karena pada umumnya sulit mengenali gejalanya.

Namun, ciri-cirinya membuat penderita mengalami bungkuk pada tubuhnya.

Oleh karena itu perlu diketahui bahwa faktor utama yang meningkatkan risiko osteoporosis adalah faktor makan dan nutrisi yang tak seimbang. Jadi penting bahwa masyarakat juga perlu ketahui takarannya dan tidak berlebihan.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PB Perosi), Dr dr Fiastuti Witjaksono, MKM MS, SpGK (K) bahwa mengonsumsi makanan dengan kalsium dan protein berlebihan tak dianjurkan.  

“Jika dikonsumsi berlebihan malah bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Dan itu meningkatkan beban asam dalam tubuh dan menyebabkan erosi kalsium untuk menetralkan asam,” ujar dia dalam acara Talkshow ‘Love Your Bones, Protect Your Future’ secara virtual, Selasa (20/10/2020).

ilustrasi pizza. (Shutterstock).

Dia juga mengimbau untuk menghindari makanan tinggi garam seperti pizza, kentang goreng, daging beku, dan sup kalengan karena itu memiliki kandungan natrium yang tinggi. Terlalu banyak natrium dalam makanan dapat menyebabkan ekskresi kalsium melalui urin dan keringat.

“Natrium ini dapat mengeluarkan kalsium pada tubuh kita jadi gak ada hubungannya, dan natrium ini berbahaya jika dikonsumsi berlebihan seperti yang ada di bumbu penyedap rasa dan bumbu pengawet,” kata dia.

Tak hanya itu, tidak dianjurkan juga meminum banyak kopi (lebih dari 4-5 cangkir) dalam sehari. Karena asupan harian sekitar 330 mg kafein atau sama dengan 4 cangkir dapat meningkatkan risiko osteoporosis

“Kopi berlebihan tidak boleh, kemudian minuman alkohol serta merokok, kondisi tersebut dikaitkan juga dengan banyak faktor gaya hidup lainnya yang kami anggap tak sehat dan mengakibatkan osteoporosis,” jelasnya.

Dia menambahkan sayuran nightshade juga sama tidak boleh dikonsumsi berlebihan seperti paprika, tomat dan terong. Meski memang bergizi tetapi dapat menyebabkan peradangan atau membesar-besarkan gejala peradangan pada penyakit yang berhubungan dengan tulang. 

Fiastuti juga menerangkan tidak dianjurkan berlebihan konsumsi vitamin A. Karena hal itu, dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul. Bentuk retinol Vitamin A dapat ditemukan dalam makanan seperti hati, kuning telur, produk susu, dan suplemen makanan.

Dirinya pun lebih menyarankan masyarakat untuk mengkonsumsi yogurt, kemudian keju, lalu sumber kalsium dari ikan terutama ikan yang dimakan dengan tulangnya seperti ikan teri dan ikan bandeng yang duri lunak.

Selain itu juga mengkonsumsi tahu dan tempe serta sayuran. Sementara, makanan baik lainnya seperti ikan salmon, hingga jamur. Dan melakukan hidup sehat seperti berolahraga lari serta berjemur di bawah sinar matahari.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ada Gejala Spesifik, Penderita Osteoporosis Rentan Alami Patah Tulang

Tak Ada Gejala Spesifik, Penderita Osteoporosis Rentan Alami Patah Tulang

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 19:09 WIB

Dapat Diidap Usia Muda, Ini Dua Faktor Risiko Osteoporosis

Dapat Diidap Usia Muda, Ini Dua Faktor Risiko Osteoporosis

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:27 WIB

Hati-hati, Kopi dan Rokok Bisa Sebabkan Osteoporosis

Hati-hati, Kopi dan Rokok Bisa Sebabkan Osteoporosis

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:33 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB