alexametrics

Studi Membuktikan Obat Kumur Dapat Mengurangi Penyebaran Infeksi Covid-19

Yasinta Rahmawati
Studi Membuktikan Obat Kumur Dapat Mengurangi Penyebaran Infeksi Covid-19
Ilustrasi obat kumur. (Shutterstock)

Namun demikian, obat kumur tidak bisa diandalkan sebagai perlindungan tunggal terhadap Covid-19.

Suara.com - Hampir delapan bulan sejak kasus Covid-19 pertama kali diumumkan, kini masyarakat pun harus masih terus berjuang mencegah penularan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Dari memakai masker, cuci tangan rutin dan jaga jarak, ada berbagai kebiasaan baru tambahan saat pandemi ini. Bahkan penelitian terbaru dari sebuah badan ilmuwan, menyebut menggunakan obat kumur bisa menjadi kunci untuk menurunkan penyebaran infeksi virus corona yang mematikan.

Diterbitkan dalam Journal of Infectious Disease baru-baru ini, disebutkan bahwa berkumur dengan larutan obat kumur dapat membantu 'menonaktifkan' viral load SARS-COV-2 (nama virus penyebab Covid-19) yang bertahan di mulut dan tenggorokan. Sehingga, membantu mengurangi penyebaran infeksi.

Dilansir dari Times of India, peneliti mendasarkan bukti mereka menggunakan larutan desinfektan oral. Ini dilakukan setelah penelitian yang berbasis di Ruhr University Bochum di Jerman menemukan bahwa virus corona dalam jumlah besar ada di dalam saluran pernapasan bagian atas, termasuk mulut dan tenggorokan.

Baca Juga: Puluhan Warga Bandung akan Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Ini 5 Lokasinya

Delapan botol obat kumur berbeda yang dibeli di toko yang terbuat dari bahan berbeda diuji. Sebagian besar merek yang diteliti umumnya digunakan oleh penduduk Jerman.

Sejumlah obat kumur yang sedang diuji dicampur dengan virus dan partikel biomolekuler untuk menciptakan kembali efek air liur. Larutan tersebut dicampur bersama selama 30 detik untuk meniru berkumur dan melihat apakah larutan tersebut dapat menonaktifkan viral load.

Setelah jeda waktu, diamati bahwa sementara semua obat kumur mampu mengurangi viral load, 3 dari 8 sampel mampu membasmi sel virus lebih jauh.

Berdasarkan penelitian tersebut, para ilmuwan juga berharap dapat melakukan penelitian lain untuk melihat apakah obat kumur dapat menimbulkan respons yang sama pada pasien Covid-19 dan menentukan berapa lama partikel virus bertahan.

"Berkumur dengan obat kumur memang tidak bisa menghambat produksi virus di dalam sel, tapi bisa mengurangi viral load dalam jangka pendek dari sumber potensi infeksi terbesar, yakni di rongga mulut dan tenggorokan," ujar Toni Meister, rekan penulis dari studi.

Baca Juga: Kabar Baik, Dokter Temukan Cara Agar Pasien Covid-19 Stop Pakai Ventilator

Peneliti juga percaya bahwa jika terbukti efektif, obat kumur dapat bertindak sebagai protokol standar dalam prosedur gigi dan semakin mengurangi risiko penularan.

Komentar