Pola Makan Sehat Sebabkan Lemas dan Frustasi? Simak 3 Penyebabnya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:00 WIB
Pola Makan Sehat Sebabkan Lemas dan Frustasi? Simak 3 Penyebabnya
Ilustrasi Makan Sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Mengubah pola makan  menjadi lebih sehat memang baik untuk tubuh. Namun pada awalnya Anda bisa mengalami berbagai kondisi seperti merasa lelah, murung, bahkan sedih.

Melansir dari Times of India, setelah kita membuat perubahan pola makan yang signifikan maka normal  bagi Anda untuk memiliki periode penyesuaian baik secara mental, fisik, dan emosional.

Saat menyesuaikan makanan menjadi lebih sehat, mungkin Anda akan mengalami sakit perut, brain fog, lekas marah, nyeri, bahkan frustrasi. Tapi jangan khawatir karena kondisi ini mungkin hanya terjadi dalam waktu pendek.

Secara khusus seperti yang dilansir dari Times of India, ada tiga hal yang mungkin jadi penyebab mengapa Anda mengalami rasa lemas, pusing hingga frustasi setelah mengubah pola makan, antara lain:

1. Pengurangan Asupan Gula

Saat makan gula, otak melepaskan dopamin yang merupakan neurotransmitter pemicu kesenangan. Jika sebelumnya Anda mengandalkan gula untuk meningkatkan suasana hati, maka menguranginya bisa menyebabkan perasaan sedih dan cemas.

Anda bahkan bisa mengalami mual dan kelelahan akibat pergeseran keseimbangan mikroba usus. Oleh karena itu, alih-alih mengurangi sepenuhnya gula dari pola makan Anda, maka cobalah untuk mengurangi asupannya secara perlahan.

2. Hanya Konsumsi Makanan Nabati

Makan lebih banyak makanan nabati dan lebih sedikit produk hewan memang menyehatkan, tetapi dapat menyebabkan kekurangan nutrisi.

baca juga

Orang yang hanya makan makanan nabati sering kali mengalami kekurangan Vitamin D, zat besi, dan vitamin B12.

Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)
Ilustrasi diet dengan gizi seimbang, pola makan sehat, panduan makan dengan gizi seimbang. (Shutterstock)

3. Pengurangan Karbohidrat

Karbohidrat meningkatkan pelepasan serotonin atau hormon bahagia. Saat Anda mengurangi konsumsi karohidrat secara signifikan maka bisa menyebabkan perubahan suasana hati termasuk kesedihan dan mudah tersinggung.

Oleh karena itu, mulailah dengan perubahan pola makan yang tak terlalu signifikan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pola Makan Sehat Kurangi Risiko Kematian Penyakit Jantung, hingga 60 Persen

Pola Makan Sehat Kurangi Risiko Kematian Penyakit Jantung, hingga 60 Persen

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 16:05 WIB

Studi: Nutrisi Seimbang Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental dan Kemampuan Otak

Studi: Nutrisi Seimbang Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental dan Kemampuan Otak

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:08 WIB

Pola Makan Sehat dan Keseimbangan Gizi untuk Meningkatkan imunitas

Pola Makan Sehat dan Keseimbangan Gizi untuk Meningkatkan imunitas

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 10:15 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×