Banyak Masyarakat Tak Percaya, Ketua Satgas: Covid-19 Bukan Konspirasi

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:22 WIB
Banyak Masyarakat Tak Percaya, Ketua  Satgas: Covid-19 Bukan Konspirasi
Ketua Gugus Tugas Satgas Covid-19, Doni Monardo. (FB BNPB)

Suara.com - Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo kembali menegaskan bahwa pandemi Covid--19 adalah hal yang nyata dan bukan rekayasa. Hal ini lantaran banyak masyarakat yang masih tidak percaya dengan adanya Covid-19.

Dengan merujuk data dari Badan Pusat Statistik, Doni mengungkapkan bahwa angka masyarakat yang tidak percaya akan Covid-19 sangat tinggi. Banyak dari mereka yang percaya bahwa tidak akan tertular atau terpapar Covid-19. 

"Yang merasa tidak akan mungkin terpapar covid jumlahnya 17 persen dari 270 juta atau setara 44,9 juta yang merasa tidak mungkin tertular covid padahal kita semua tahu, bahwa cvid secara global telah menimbulkan korban jiwa," ujar Doni dalam tayangan YouTube BNPB Indonesia, Rabu, (28/10/2020).

Ia memaparkan bahwa hingga saat ini lebih dari 1 juta orang meninggal dunia. Sementara di Indonesia sendiri 13 ribu orang juga dinyatakan meninggal akibat penyakit tersebut dengan lebih dari 130 orang di antaranya merupakan dokter.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

"Harapan saya kkn tematik ini bisanage menyadarkan masyarakat kita bahwa Covid-19  adalah nyata, dan Covid-19 adalah peristiwa yang terjadi dan bukan rekayasa atau konspirasi," kata Doni. 

Ia kembali memaparkan bahwa mereka yang masih muda mungkin akan pulih dengan cepat dengan perawatan yang diberikan. Namun mereka yang memiliki penyakit penyerta dan lansia akan sangat berisiko.

"Angka kematian bagi yang rentan mencapai 80-85 persen. oleh karenanya mahasiswa harus mengingatkan mereka yang punya komorbid, anak muda jangan dengan mudah dekat dengan mereka yang berisiko tinggi," kata Doni.

"Karena penyebaran Covid-19 bukan oleh hewan, covid ditularkan oleh manusia, dan yang menularkan adalah orang terdekat, keluarga dan orang yang selalu bersama."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Libur Panjang, Pemkot Balikpapan Siapkan Rapid Test di Puskesmas

Antisipasi Libur Panjang, Pemkot Balikpapan Siapkan Rapid Test di Puskesmas

Kaltim | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:16 WIB

Penularan Virus Corona Bisa Lewat Mata, Begini Gejalanya!

Penularan Virus Corona Bisa Lewat Mata, Begini Gejalanya!

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:18 WIB

PSI: Pemerintah Sudah Pasti Hati-hati Distribusikan Vaksin Covid-19

PSI: Pemerintah Sudah Pasti Hati-hati Distribusikan Vaksin Covid-19

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:02 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB