Kelaparan di Tengah Pandemi, Perhatikan Ini Saat Beri Bantuan Pangan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:42 WIB
Kelaparan di Tengah Pandemi, Perhatikan Ini Saat Beri Bantuan Pangan
Simbol kelaparan. [shutterstock]

Suara.com - Akibat pandemi Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan akan ada tambahan 140 juta masyarakat dunia yang kelaparan. Kelaparan yang terjadi, entah karena kehilangan pekerjaan atau kesulitan mendapatkan akses pangan, jadi tugas besar semua pihak untuk mengatasinya agar kondisi ini tidak berubah menjadi malnutrisi atau gizi buruk.

"Artinya apa, mengakhiri kelaparan ini masih on the track atau belum pada jalurnya. Kita perlu mendukung dan memberi makan kepada orang miskin, kepada kaum marjinal, yang masih kelaparan," ujar Prof. Dr. Ir Eni Harmayani M.Sc, Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam acara Foodbank of Indonesia (FPI), Rabu (28/10/2020).

Tapi jika ingin memberi makan masyarakat kelaparan, harap diperhatikan juga bahwa makan bukan asal makan, tapi pastikan gizinya lengkap. Tidak harus mahal, sumber pangan lokal yang kaya gizi juga bisa dimanfaatkan.

Itu sebabnya, seharusnya kita tidak memberi makan kaum miskin dengan sekadar beras atau mi instan semata. Berusahalah untuk mengimbanginya dilengkapi dengan telur atau ikan kalengan, sayur, dan sebagainya.

"Jadi lebih dari sekedar menyediakan makanan, tetapi apa yang dimakan oleh masyarakat khususnya anak-anak harus jadi perhatian kita," ujar Prof. Eni.

Setelah makanan diberikan, tidak asal dilepaskan begitu saja. Pastikan juga mereka yang diberi makan mendapat edukasi. Misalnya, setelah diberikan beras, telur, ikan kalengan, dan sayur, jangan sampai yang dimasak untuk menu sehari hanya nasi dan telur, tidak ditambah sayur. Atau hanya nasi dan ikan, tapi tidak ditambah sayur. Ini artinya, mereka tidak mendapatkan gizi yang seimbang. Termasuk juga kemungkinan ada proses masak yang salah jika tidak didampingi.

"Karena mungkin saja makanannya bagus tapi cara memasaknya salah atau prosesnya salah, sehingga yang dikonsumsi atau yang masuk ke dalam tubuh menjadi sangat tidak sehat," terang Prof. Eni.

Pola diet atau pola makan yang tidak sehat kerap ditemukan sebagai kendala utama terjadinya kurang gizi di masyarakat. Misalnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang hanya mengonsumsi nasi hanya dengan gorengan atau fast food makanan cepat saji.

Ingat juga persoalan kelaparan bukan persoalan tidak makan semata, tapi nutrisi yang tidak seimbang yang menyebabkan tubuh 'kelaparan' nutrisi, sehingga pertumbuhan otak hingga tubuh pada anak terganggu, lalu terjadilah stunting atau anak tumbuh pendek.

baca juga

Sementara itu berdasarkan data dari WHO, angka kelaparan di tahun 2019 sudah mencapai 690 juta orang, Ini naik 10 juta dari tahun 2018, dan naik 60 juta orang dibanding 5 tahun yang lalu pada 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Kawasan Kumuh Kelaparan saat Pandemi, Makan Tikus hingga Ular

Warga Kawasan Kumuh Kelaparan saat Pandemi, Makan Tikus hingga Ular

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 12:57 WIB

Sejarah Hari Pangan Sedunia, Solidaritas Global Hadapi Masalah Kelaparan

Sejarah Hari Pangan Sedunia, Solidaritas Global Hadapi Masalah Kelaparan

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 11:29 WIB

Hari Pangan Sedunia, FAO Soroti Kasus Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Pangan Sedunia, FAO Soroti Kasus Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 10:41 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×