Studi Italia: 16 Persen Pasien Sembuh Covid-19 Masih Memiliki Virus

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 29 Oktober 2020 | 08:14 WIB
Studi Italia: 16 Persen Pasien Sembuh Covid-19 Masih Memiliki Virus
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Sebuah studi dari Fondazione Policlinico Universitario "Agostino Gemelli" IRCCS, Roma, Italia menyebutkan bahwa hampir 17 pasien sembuh Covid-19 masih membawa virus. Studi ini telah diterbitkan pada American Journal of Preventive Medicine.

Melansir dari Medicalxpress, para peneliti melaporkan bahwa hampir 17 persen pasien yang dianggap pulih sepenuhnya dari Covid-19 masih dinyatakan positif virus dalam pemeriksaan lanjutan.

Pasien yang terus mengalami gejala pernapasan, terutama sakit tenggorokan dan rinitis masih memiliki virus meski telah dinyatakan sembuh. Hal ini menunjukkan bahwa kedua gejala ini tidak boleh diremehkan dan harus dinilai serius pada pasien yang telah dinyatakan sembuah sekalipun.

"Dokter dan peneliti berfokus pada fase akut Covid-19, tetapi pemantauan lanjutan setelah keluar dari rumah sakit untuk efek jangka panjang masih diperlukan," jelas ketua peneliti Francesco Landi, MD, Ph.D., Fondazione Policlinico Universitario "Agostino Gemelli" IRCCS, Roma, Italia.

Studi ini melibatkan 131 pasien yang telah dinyatakan sembuh sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun saat melakukan tes PCR kembali, 22 pasien atau 16,7 persen kembali dinyatakan positif. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pasien dengan hasil tes positif dan negatif dalam penelitian ini.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

"Temuan kami menunjukkan bahwa pasien yang pulih dari Covid-19 masih bisa menjadi pembawa virus tanpa gejala," kata Dr. Landi.

"Pertanyaan utama untuk penanggulangan infeksi pandemi SARS-CoV-2 yang masih perlu dijawab adalah apakah keberadaan fragmen virus yang terus-menerus masih membuat pasien tetap menularkan virus," imbuhnya. 

Para peneliti merekomendasikan bahwa bagi pasien yang masih menunjukkan gejala jangka panjang harus berhati-hati dan menghindari kontak dekat dengan orang lain, memakai masker, dan lakukan pengujian. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Salurkan Ribuan Paket Sembako ke Petugas Pemakaman Jakarta

Kemensos Salurkan Ribuan Paket Sembako ke Petugas Pemakaman Jakarta

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2020 | 07:25 WIB

Alhamdulillah, Negara Ini Berencana Gratiskan Vaksin Covid-19

Alhamdulillah, Negara Ini Berencana Gratiskan Vaksin Covid-19

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2020 | 06:30 WIB

Infeksi Covid-19 Melonjak, Prancis Berlakukan Lockdown Kedua

Infeksi Covid-19 Melonjak, Prancis Berlakukan Lockdown Kedua

News | Kamis, 29 Oktober 2020 | 05:24 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB