Sistem Kekebalan Mendapat Dorongan Ganda Lawan Sel Kanker Lewat Imunoterapi

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Minggu, 01 November 2020 | 07:58 WIB
Sistem Kekebalan Mendapat Dorongan Ganda Lawan Sel Kanker Lewat Imunoterapi
Sel T menghancurkan sel kanker (Pixabay)

Suara.com - Ada berbagai macam pilihan pengobatan untuk kanker selain operasi dan kemoterapi. Mulai dari terapi radiasi hingga imunoterapi.

Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 30 Oktober mengatakan imunoterapi kanker, perawatan yang memberdayakan sistem kekebalan pasien untuk menghilangkan tumor, telah merevolusi pengobatan kanker.

Namun, pengobatan ini masih cukup sulit dilakukan pada beberapa kanker.

Tim yang dipimpin oleh ilmuwan Cold Spring Harbor Laboratoryl, Tobias Janoritz dan Douglas Fearon, bersama Duncan Jodrell di Cancer Research UK Cambridge Institute and Center, University of Cambridge, melaporkan uji coba yang menginduksi respons imun terintegrasi pada tumor pasien dengan jenis kanker yang biasanya tidak merespons imunoterapi.

Mereka berharap pengobatan potensial ini dapat membuat tumor lebih responseif terhadap kelas obat yang dikenal sebagai penghambat checkpoint imun atau immune checkpoint inhibitor, lapor Medical Xpress.

Sel T menghancurkan sel kanker (Adusumilli)
Ilustrasi sel T menghancurkan sel kanker (Adusumilli)

Obat penghambat checkpoint imun melepaskan 'rem' alami pada sistem kekebalan, membebaskannya untuk menemukan dan menghancurkan sel kanker.

Tetapi, obat ini umumnya tidak efektif melawan sel kanker dengan mutasi genetik tingkat rendah.

"Tumor tersebut seringkali tidak terlihat oleh sistem kekebalan dan tampaknya tidak terdeteksi oleh terapi yang saat ini tersedia," kata Janowitz.

"Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa itu karena tumor dapat melibatkan jalur penekan kekebalan yang membuat sebagian besar sel kekebalan keluar dari sarang sel kanker," lanjutnya.

baca juga

Dalam uji klinis ini, tim peneliti menginterupsi jalur imunosupresif dengan obat yang disebut plerixafor. Obat ini diberikan terus menerus secara IV atau intravena selama satu minggu kepada 24 pasien, baik kanker pankreas maupun kanker kolorektal.

Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)
Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)

Semua pasien memiliki penyakit lanjut, dan biopsi dikumpulkan dari tumor yang bermetastasis sebelum dan setelah pengobatan.

Ketika tim menganalisis sampel pasien, mereka menemukan bahwa sel-sel kekebalan telah menyusup ke tumor selama pasien menerima plerixafor, termasuk jenis sel yang dikenal untuk memanggil dan mengatur pemain kunci dalam respons anti-kanker.

Penemuan ini menggembirakan karena tim mendeteksi perubahan dan pasien merespons dengan baik terhadap penghambat checkpoint imun.

Uji klinis berdasarkan studi ini akan segera dimulai dan akan menguji efek kombinasi plerixafor dengan obat penghambat checkpoint imun yang disetujui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Berolahraga Bisa Perlambat Sel Kanker

Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Berolahraga Bisa Perlambat Sel Kanker

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:42 WIB

Studi: Sel Kanker Bisa Sebabkan Peradangan untuk Melindungi Diri dari Virus

Studi: Sel Kanker Bisa Sebabkan Peradangan untuk Melindungi Diri dari Virus

Health | Selasa, 02 Juni 2020 | 10:25 WIB

Bangun 'Bom Protein', Cara Sistem Kekebalan Membunuh Infeksi dan Sel Kanker

Bangun 'Bom Protein', Cara Sistem Kekebalan Membunuh Infeksi dan Sel Kanker

Health | Jum'at, 08 Mei 2020 | 13:16 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran

Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:03 WIB

BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif

BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:00 WIB

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:49 WIB

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:45 WIB

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×