Kematian Covid-19 di India Termasuk Rendah, Mengapa Bisa Begitu?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 03 November 2020 | 13:26 WIB
Kematian Covid-19 di India Termasuk Rendah, Mengapa Bisa Begitu?
Ribuan orang di India memilih pulang kampung di tengah pandemi virus corona. [AFP]

Suara.com - Banyak orang India yang memiliki akses terbatas ke air bersih, masih mengonsumsi makanan tidak higienis, mengirup udara kotor, dan tinggal di lingkungan padat penduduk.

Hal ini, menurut peneliti, membuat mereka rentan terhadap sejumlah penyakit tidak menular, seperti masalah jantung, penyakit pernapasan kronis, kanker, serta diabetes.

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan air bersih, sanitasi yang baik dan lingkungan higienis adalah perlindungan kesehatan terhadap Covid-19.

"Biasanya akses ke fasilitas kesehatan, kebersihan dan sanitasi lebih buruk di negara-negara ini (negara berkembang) dan sering diyakini sebagai faktor penyebab tingginya kasus penyakit menular di sana," kata Dr Shekhar Mande, direktur jenderal Dewan Riset Ilmiah dan Industri (CSIR), dilansir BBC.

Dalam tingkat global, India menyumbang seperenam kasus. Namun, mereka hanya menyumbang 10 persen dari kematian di dunia akibat virus corona, dan tingkat kematian kasus atau CFR, yang mengukur tingkat kematian di antara pasien Covid-19, kurang dari dua persen. Ini termasuk angka terendah di dunia.

Hal tersebut tentu berkebalikan dengan perhitungan yang dilakukan para pakar kesehatan. Sebaliknya, penelitian baru oleh ilmuwan India justru menunjukkan kekurangan India tersebut mungkin telah menyelamatkan banyak nyawa penduduk dari Covid-19.

Mereka menduga, mungkin tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah dapat mencegah infeksi parah karena paparan berbagai patogen sejak kecil, yang memberi mereka kekebalan lebih kuat terhadap Covid-19.

Namun, para ilmuwan mengatakan karena korelasi tidak menyiratkan sebab akibat, penelitian semacam ini harus dianggap sebagai pengamatan.

"Ini tidak boleh disimpulkan karena ini menganjurkan langkah menuju praktik kebersihan lebih lemah untuk menangani pandemi di masa depan," sambung Dr Mande.

baca juga
Suasana pasar kaki lima di India (VOA Indonesia)
Suasana pasar kaki lima di India (VOA Indonesia)

Krutika Kuppalli, asisten profesor penyakit menular di Medical University of South Carolina, mengatakan penelitian baru tersebut memperhitungkan berbagai asumsi yang belum terbukti secara ilmiah.

"Mereka (pernyataan) lebih merupakan hipotesis daripada fakta ilmiah," ujar Kuppalli.

Selain itu, ahli epidemiologi telah menghubungkan tingkat kematian yang rendah di negara-negara seperti India dengan populasi muda, orang tua biasanya lebih rentan.

Tidak jelas apakah faktor lain, seperti kekebalan yang berasal dari infeksi sebelumnya dari virus corona lain, juga menjadi penyebabnya.

Jelasnya, mungkin ada berbagai alasan di balik tingkat kematian yang rendah. "Masih banyak yang harus kami pelajari tentang virus ini karena kami baru 10 bulan memasuki pandemi,”" tandas Kuppali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Miskin dan Susah Lebih Kebal Covid-19, Studi di India Jadi Bukti

Orang Miskin dan Susah Lebih Kebal Covid-19, Studi di India Jadi Bukti

Tekno | Senin, 02 November 2020 | 15:14 WIB

Dokter India Ditipu Beli Lampu Aladin Seharga Rp 6,05 Miliar

Dokter India Ditipu Beli Lampu Aladin Seharga Rp 6,05 Miliar

News | Minggu, 01 November 2020 | 05:36 WIB

Kasus Covid-19 Tembus 7,6 Juta, India Bakal Vaksinasi Seluruh Warga

Kasus Covid-19 Tembus 7,6 Juta, India Bakal Vaksinasi Seluruh Warga

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×