Studi Arizona Sebut Rapid Test Tak Akurat Deteksi Orang Tanpa Gejala

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 04 November 2020 | 05:06 WIB
Studi Arizona Sebut Rapid Test Tak Akurat Deteksi Orang Tanpa Gejala
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini, jumlah virus corona Covid-19 di Amerika Serikat telah melebihi 9,2 juta. Para ahli pun menyerukan pengujian virus corona besar-besaran untuk mencegah penyebaran.

Salah satu strateginya, mereka melibatkan rapid test untuk mendeteksi virus corona Covid-19 dalam hitungan menit. Pemerintah federal pun membeli alat tes Covid-19 ini untuk didistribusikan ke seluruh negeri.

Harapannya, mereka cepat mendeteksi virus corona pada orang yang sakit maupun sehat. Dengan begitu, cepat pula mengambil tindakan isolasi agar pandemi bisa dikendalikan.

Tapi, sebuah studi justru meragukan hasil rapid tes tersebut, terutama pada orang tanpa gejala virus corona Covid-19.

Para peneliti di University of Arizona menemukan bahwa rapid tes pada orang bergejala bisa mendeteksi lebih dari 80 persen kasus yang juga ditemukan pada tes PCR lebih lambat.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Tapi, rapid test untuk orang yang tidak sakit dan tidak bergejala hanya mampu mendeteksi 32 persen kasus positif virus corona dari yang diidentifikasi oleh tes PCR.

"Ini benar-benar data berharga yang sulit diperoleh. Tapi, hasil 32 persen itu adalah sensitivitas yang sangat rendah. Saya terkejut betapa rendahnya data itu," kata Dr Benjamin Mazer, ahli patologi di Universitas Johns Hopkins dikutip dari Times of India.

Beberapa ahli luar lainnya mengatakan, tes cepat atau rapid test itu harus dilakukan sangat hati-hati dan mesti disertai penjelasan tentang bagaimana hasilnya nanti harus diinterpretasikan.

Saat ini, sebagian besar pengujian virus corona sangat bergantung pada teknik laboratorium yang disebut PCR. Tes PCR yang lebih lama ini cukup senstif mendeteksi patogen dan sejumlah kecil materi genetik dari virus.

baca juga

Sayangnya, tes PCR untuk virus corona Covid-19 ini hasilnya sangat lambat dan mahal. Bahkan, seseorang terkadang harus menunggu hasilnya hingga berhari-hari.

David Harris, seorang peneliti sel punca bersama koleganya juga pernah mengevaluasi hampir 2.500 orang dari Juni hingga Agustus 2020, menyebut bahwa sebanyak 885 orang di antaranya pernah mengalami gejala mirip virus corona dan baru terpapar.

Lalu, 305 orang telah dinyatakan positif virus corona Covid-19 melalui tes PCR. Namun, 54 orang positif virus corona itu tidak terdeteksi ketika melakukan rapid test.

Menurut Doug Bryant, Kepala Eksekutif Quidel, angka 54 itu terkesan kecil atau sedikit karena penelitian Harris hanya melibatkan orang yang bergejala. Namun, Harris mengaku dirinya tidak tahu jumlah proporsi orang yang bergejala di antara 885 peserta.

Para peneliti juga melakukan skrining virus pada 1.551 orang lain tanpa gejala yang dipilih secara acak. Sebanyak 19 orang di antaranya telah dinyatakan positif virus corona melalui tes PCR.

Meski begitu, hanya 6 orang di antara 19 orang itu yang terdeteksi positif virus corona Covid-19 melalui rapid test. Hal ini membuktikan bahwa rapid tes hanya mendeteksi kurangi dari 50 persen kasus virus corona asimptomatik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Salah Tahapan, Ini Cara Memakai dan Membuang Masker Bedah

Jangan Salah Tahapan, Ini Cara Memakai dan Membuang Masker Bedah

Health | Selasa, 03 November 2020 | 18:00 WIB

Dua Tips Saat Gairah Seksual Anjlok dan Berita Hits Kesehatan Lainnya

Dua Tips Saat Gairah Seksual Anjlok dan Berita Hits Kesehatan Lainnya

Health | Selasa, 03 November 2020 | 10:18 WIB

Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Virus Corona Covid-19 dengan H1N1

Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Virus Corona Covid-19 dengan H1N1

Health | Senin, 02 November 2020 | 14:15 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB