Sulit Menurunkan Berat Badan saat Musim Dingin, Coba Konsumsi Vitamin A!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 08:00 WIB
Sulit Menurunkan Berat Badan saat Musim Dingin, Coba Konsumsi Vitamin A!
Ilustrasi vitamin

Suara.com - Ada banyak faktor yang membuat seseorang lebih sulit menurunkan berat badan, salah satunya faktor cuaca. Musim dingin seperti sekarang ini akan membuat seseorang lebih sulit menurunkan berat badan.

Karena, musim dingin membuat aktivitas seseorang di luar ruangan untuk olahraga lebih terbatas. Apalagi paparan sinar matahari saat musim dingin jauh lebih sebentar daripada musim panas atau kemarau.

Tapi dilansir dari Times of India, sebuah peneliti menemukan ada satu vitamin yang bisa merangsang proses pembakaran lemak selama musim dingin.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmuwan Molecular Metabolism itu mengatakan vitamin A bisa merangsang proses pembakaran lemak, yang dikenal oleh ahli endokrin sebagai pencoklatan.

Pencoklatan atau browning ini mengacu pada konversi jaringan lemak putih (lemak di perut, paha dan pantat akibat konsumsi lebih banyak kalori) menjadi jaringan lemak coklat.

Ilustrasi brokoli (shutterstcok)
Ilustrasi brokoli (shutterstcok)

Jaringan lemak coklat membentuk kurang dari 10 persen lemak di seluruh tubuh dengan membakar energi dan menghasilkan panas dalam tubuh.

Studi tersebut telah diteliti pada tikus dan relawan manusia pada suhu yang cukup dingin. Kemudian, peneliti mengevaluasi kadar vitamin A dalam darah masing-masing.

Studi itu mengamati bahwa paparan cuaca dingin nampak merangsang redistribusi vitamin A dari hati ke jaringan lemak. Hal itu menyebabkan pembentukan jaringan lemak coklat dan menghasilkan tingkat pembakaran lemak lebih tinggi.

Beberapa penelitian lain telah membuktikan bahwa kekurangan vitamin A terkait dengan penambahan berat badan.

Menambahkan suplemen vitamin A dalam makanan sehari-hari telah menunjukkan bukti mampu mendorong penurunan berat badan.

Adapun beberapa makanan yang kaya vitamin A, termasuk kentang, wortel, tuna, labu kuning, bayam, ibu jalar, melon, selada, paprika merah, dan brokoli.

Studi ini lebih lanjut mencoba untuk mencari tahu cara kerja vitamin A dalam membantu penurunan berat badan.

Ternyata, vitamin A membantu menggordinasikan sel lemak dengan benar untuk memerangi obesitas, sehingga seseorang akan lebih mudah menurunkan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Termasuk Komponen Anti-Penuaan, Ketahui 5 Manfaat Retinol!

Termasuk Komponen Anti-Penuaan, Ketahui 5 Manfaat Retinol!

Health | Selasa, 03 November 2020 | 17:37 WIB

Dikenal Baik untuk Diet, Tapi 5 Asupan Ini Tak Efektif Turunkan Berat Badan

Dikenal Baik untuk Diet, Tapi 5 Asupan Ini Tak Efektif Turunkan Berat Badan

Health | Minggu, 01 November 2020 | 15:20 WIB

Awas! Makan Sambil Menonton Televisi Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas

Awas! Makan Sambil Menonton Televisi Bisa Tingkatkan Risiko Obesitas

Lifestyle | Minggu, 01 November 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB