Awas, Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 11 November 2020 | 10:05 WIB
Awas, Cegukan Terus-menerus Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung
Ilustrasi cegukan. (Pixabay/derneuemann)

Suara.com - Serangan jantung terjadi ketika arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penumpukan plak lemak yang dikenal sebagai kolesterol.

Serangan jantung termasuk dalam kategori penyakit kardiovaskular (CVD), yang umumnya melibatkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.

Iskemia miokard terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang, sehingga otot jantung tidak menerima cukup oksigen.

Anda bisa berisiko mengalami serangan jantung bila cegukan terus-menerus. Karena, tak semua gejala serangan jantung adalah nyeri dada bahu atau rahang.

Sedangkan, cegukan terus-menerus yang sulit ditangani merupakan salah satu tanda pertama kerusakan otot jantung atau serangan jantung.

Karena itu dilansir dari Express, Anda harus konsultasi dengan dokter bila mengalami cegukan terus-menerus. Biasanya cegukan pertanda serangan jantung berlangsung selama beberapa hari atau minggu yang sulit hilang.

Serangan jantung (Pixabay/Pexels)
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Penelitian di National Library of Medicine sedang menyelidiki cegukan sebagai tanda iskemia miokard kronis. Iskemia miokard kronis sering muncul dengan riwayat yang cukup khas, tapi pasien bisa datang dengan nyeri dada atipikal atau nyeri di bagian rahang, perut, dan punggung.

"Kadang-kadang pasien menggambarkan gejalanya justru tidak berkaitan dengan penyakit jantung, seperti gangguan pencernaan atau perasaan dingin dan lembap serta dengan ada atau tidak adanya nyeri dada," jelas penelitian tersebut.

Penelitian ini menjelaskan dua presentasi yang tidak biasa dari iskemia miokard pada pasien yang gejala utamanya adalah cegukan, cegukan keras pertama selama berbulan-bulan dan cegukan yang diinduksi upaya kedua.

baca juga

Dr Joshua Davenport, seorang dokter darurat justru kebingungan mengenai penyebab beberapa orang bisa menyadari gejalanya menunjukkan serangan jantung. Banyak penderita diabetes yang bisa mengalami masalah jantung tidak biasa.

Dr Joshua juga menunjukkan bahwa cegukan biasanya tidak disebabkan oleh suatu kodisi yang parah, seperti serangan jantung tanpa disertai gejala yang mengkhawatirkan.

Ia menegaskan bahwa cegukan sebagai tanda peringatan serangan jantung adalah pengecualian dan sangat jarang terjadi. Dr Joshua mengatakan saat jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena lebih sedikit darah yang mengalir melalui arteri, kondisi itu bisa mengiritasi saraf diafragma, otot pernapasan di bawah jantung.

Sedangkan, cegukan bisa disebabkan oleh kontraksi spasmodik diafragma yang biasanya di sisi kiri.

Dr David Johnson, seorang profesor kedokteran di Eastern Virginia Medical School di Norfolk menjelaskan penyebab umum saraf yang menuju diafragma teriritasi dan menyebabkan cegukan adalah perut buncit.

Cegukan yang terjadi ketika diafragma dan organ pernapasan mengalami kejang yang tiba-tiba dan tidak disengaja, terjadi pada hampir semua orang pada kesempatan tertentu.

Hal inilah yang menyebabkan perut buncit sehingga terjadi cegukan. Biasanya cegukan berlangsung sebentar dan tidak perlu dikhawatirkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian UI Ungkap Cara Cegah Kematian karena Serangan Jantung

Penelitian UI Ungkap Cara Cegah Kematian karena Serangan Jantung

Health | Selasa, 10 November 2020 | 15:18 WIB

Kerap Rapat Virtual Hingga Malam? Waspadai Sejumlah Penyakit Ini

Kerap Rapat Virtual Hingga Malam? Waspadai Sejumlah Penyakit Ini

News | Senin, 09 November 2020 | 20:11 WIB

Meniupkan Udara ke Vagina Selama Seks Oral Berbahaya? Ketahui Faktanya!

Meniupkan Udara ke Vagina Selama Seks Oral Berbahaya? Ketahui Faktanya!

Health | Senin, 09 November 2020 | 18:38 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×