Dampak Tayangan Pornografi pada Anak atau Remaja Lelaki

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Kamis, 12 November 2020 | 06:05 WIB
Dampak Tayangan Pornografi pada Anak atau Remaja Lelaki
Ilustrasi tombol untuk mengakses konten porno di komputer. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa waktu lalu sebuah video syur dengan pemeran mirip Gisella Anastasia alias Gisel viral di media sosial. Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas PA mealporkan sebagian besar penontonnya justru anak di bawah 17 tahun.

"Dari kurang lebih tiga juta orang itu, terkonfirmasi 52 persennya dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia," tutur ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Rabu (11/11/2020).

Dia mengatakan video porno tersebut mudah diakses anak-anak lantaran menjadi trending topic di media sosial dengan mayoritas penggunanya adalah anak-anak.

"(Sebanyak)189 juta pelanggan internet di Indonesia ditemukan data bahwa 45 juta pelanggannya mengakses tayangan pornografi, entah bagaimana anak memperoleh video asusila, lalu mendistribusikannya ke sesama melalui media sosial," lanjutnya.

Padahal, menonton tayangan pornografi memiliki dampak berbahaya bagi anak-anak, terutama laki-laki. Berikut beberapa di antaranya, dilansir laman resmi American Bar Association:

ilustrasi video porno
ilustrasi video porno (Shutterstock)

1. Menormalkan bahaya seksual

Dokter anak forensik dan anggota fakultas di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina, Sharon Cooper, mengatakan pornografi menormalkan bahaya seksual dengan menggambarkan kurangnya hubungan emosional antara pasangan suka sama suka, kontak seksual tanpa pelindung, dan, dalam beberapa kasus, kekerasan serta pemerkosaan.

Cooper berpendapat bahwa anak-anak dan remaja lebih rentan terhadap gambar porno daripada orang dewasa karena neuron cermin di otak, yang meyakinkan orang bahwa mereka benar-benar mengalami apa yang mereka lihat.

Neuron cermin memainkan peran penting dalam cara anak-anak belajar, yaitu dengan sebagian besar meniru.

baca juga

Pornografi mungkin memiliki pengaruh yang lebih kuat di antara anak-anak dan remaja daripada bentuk media lain karena menunjukkan tingkat eksplisit seksual yang jauh lebih tinggi.

2. Mempromosikan agresi terhadap perempuan

Pornografi bisa dibilang lebih seksis dan 'memusuhi' perempuan daripada gambar seksual lainnya di media.

Agresi dan kekerasan terhadap perempuan yang ditemukan di banyak pornografi populer saat ini dapat mengajarkan anak laki-laki bahwa itu dapat diterima secara sosial, dan bahkan diinginkan, untuk berperilaku agresif terhadap dan merendahkan wanita.

Selain itu, harapan yang tidak realistis dari pasangan intim di tayangan prono dapat menghalangi kemampuan remaja untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehat.

Ilustrasi seorang lelaki sedang merekam diriya sendiri dan pasangan ketika sedang bercumbu. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki sedang merekam diriya sendiri dan pasangan ketika sedang bercumbu. [Shutterstock]

3. Membentuk sikap dan perilaku negatif terhadap perempuan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara TikTok Antisipasi Konten SARA dan Pornografi

Cara TikTok Antisipasi Konten SARA dan Pornografi

Lifestyle | Kamis, 17 September 2020 | 19:33 WIB

Eks Pemain Real Madrid Tersandung Kasus Pornografi Anak

Eks Pemain Real Madrid Tersandung Kasus Pornografi Anak

Bola | Rabu, 16 September 2020 | 08:53 WIB

Kecolongan Anak Akses Konten Pornografi, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Kecolongan Anak Akses Konten Pornografi, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:25 WIB

Terkini

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:41 WIB

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

×