Masih Salah Kaprah, Ketahui Bedanya Serangan Jantung dengan Henti Jantung

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Kamis, 26 November 2020 | 17:40 WIB
Masih Salah Kaprah, Ketahui Bedanya Serangan Jantung dengan Henti Jantung
Perbedaan serangan jantung dan henti jantung (Shutterstock)

Suara.com - Orang sering menggunakan istilah serangan jantung (heart attack) dan henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) secara bergantian, padahal, kedua kondisi ini sangat berbeda.

Serangan jantung adalah kondisi ketika aluran darah ke jantung tersumbat. Sedangkan henti jantung terjadi ketika adanya malfungsi jantung dan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Jadi, serangan jantung adalah masalah sirkulasi, dan henti jantung mendadak adalah masalah 'listrik'.

Berdasarkan laman Heart Organization, serangan jantung terjadi saat arteri yang tersumbat mencegah darah yang mengandung oksigen mencapai bagian jantung.

Jika arteri yang tersumbat ini tidak segera 'dibuka', bagian jantung yang biasanya 'diberi makan' oleh arteri akan mati. Semakin lama seseorang tidak menjalani pengobatan, semakin besar kerusakannya.

Serangan jantung (Pixabay/Pexels)
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Gejala serangan jantung bisa langsung dan instens, Tetapi umumnya berkembang secara perlahan dan bertahan selama berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu sebelum serangan jantung.

Berbeda dengan henti jantung, jantung biasanya tidak berhenti berdetak selama serangan jantung.

Lalu, bagaimana dengan henti jantung mendadak?

Henti jantung seringnya terjadi secara tiba-tiba dan seringkali tanpa peringatan. Ini dipicu oleh kerusakan listrik di jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur (aritmia).

baca juga

Dengan tindakan pemompaannya yang terganggu, jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru-paru, dan organ lain.

Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

Dalam hitungan detik, seseorang dapat kehilangan kesadaran dan tidak memiliki denyut nadi. Kematian dapat terjadi dalam hitungan menit jika korban tidak langsung mendapat penanganan.

Meski begitu, kedua kondisi jantung ini saling berkaitan. Henti jantung mendadak dapat terjadi setelah serangan jantung, atau selama pemulihan.

Serangan jantung juga dapat meningkatkan risiko henti jantung. Tapi, kebanyakan serangan jantung tidak menyebabkan henti jantung.

Tapi ketika henti jantung terjadi, serangan jantung adalah penyebab umumnya.

Tindakan cepat bisa menyelamatkan nyawa. Cari tahu apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami serangan jantung atau henti jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Jalani Operasi Otak, Diego Maradona Meninggal Usai Serangan Jantung

Sempat Jalani Operasi Otak, Diego Maradona Meninggal Usai Serangan Jantung

Jabar | Kamis, 26 November 2020 | 01:33 WIB

Diego Maradona Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Diego Maradona Meninggal Dunia karena Serangan Jantung

Kalbar | Kamis, 26 November 2020 | 00:11 WIB

Serangan Jantung, Diego Maradona Tutup Usia

Serangan Jantung, Diego Maradona Tutup Usia

Bola | Rabu, 25 November 2020 | 23:46 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×