Perusahaan Farmasi Korsel Pasok 80 ribu Alat Uji Covid-19 Selama 2 Tahun

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Kamis, 03 Desember 2020 | 13:36 WIB
Perusahaan Farmasi Korsel Pasok 80 ribu Alat Uji Covid-19 Selama 2 Tahun
Ilustrasi Alat Uji Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Seiring dengan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang semakin parah, permintaan alat uji Covid-19 terus meningkat dengan pesat.

Hal ini membuat Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia (DPCI), perusahaan farmasi asal Korea Selatan, akan bekeejasama dengan PT. Gandasari Ekasatya memasok 'AccuraDtect' SARS-COV-2 RT- qPCR Kit, sebuah alat uji Covid-19 di Indonesia.

Dalam kerjasama keduanya, DPCI akan memasok alat uji Covid-19 bernama 'AccuraDtect' dalam jumlah pengujian sebanyak 80 ribu kali selama dua tahun ke depan.

"Dengan penandatanganan kontrak untuk memasok alat uji ini, kami berupaya sedemikian rupa untuk menanggulangi virus corona dengan berkontribusi meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggapi pandemi dan mempercepat pengembangan perawatan untuk penyakit ini," jelas CEO DPCI, Sengho Jeon, berdasarkan siaran pers yang suara.com terima.

Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona lebih lanjut di masa mendatang, DPCI, kata dia, juga berencana memasok alat diagnostik sesuai dengan permintaan dari rumah sakit dan lembaga penelitian.

AccuraDtect, jelasnya adalah alat uji molekuler untuk mendeteksi COVID-19 yang sangat akurat dan menyasar leader sequence yang ditemukan dalam sel yang terinfeksi selain gen N2 untuk mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Hal ini sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Disease Control and Prevention/CDC) di Amerika Serikat.

Secara khusus, alat uji ini dirancang untuk mengukur tingkat Ribonuklease (Rnase P) P yang menentukan kesesuaian sampel dan bertindak sebagai penyebar infeksi dalam sel virus yang terinfeksi.

Menggunakan teknik amplifikasi gen yang disebut sebagai real-time polymerase chain reaction (RT-qPCR) untuk memperkuat dan mendeteksi gen virus, alat uji ini juga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi (termasuk sensitivitas dan spesifisitas).

Alat uji ini telah memperoleh sertifikasi CE-IVD (Perangkat Medis Diagnostik In Vitro bertanda CE) di Eropa pada bulan Maret lalu dan mendapatkan izin untuk penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) di Peru dan Singapura. DPCI memperoleh izin edar untuk alat ini melalui permohonan penggunaan darurat obat dan peralatan terkait COVID-19 pada bulan Oktober lalu.

baca juga

"Kami berterima kasih atas kepercayaan Daewoong untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan kami dan kami meyakini bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak yang baik bagi sektor kesehatan di Indonesia," tutup Karina Setyati, Direktur PT. Gandasari Ekasatya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Gunakan Lebih dari Satu Jenis Vaksin Covid-19?

Bolehkah Gunakan Lebih dari Satu Jenis Vaksin Covid-19?

Sumsel | Selasa, 01 Desember 2020 | 07:00 WIB

Pfizer Diklaim Cegah Covid Hingga 90 %, Bagaimana Vaksin Pesanan Indonesia?

Pfizer Diklaim Cegah Covid Hingga 90 %, Bagaimana Vaksin Pesanan Indonesia?

News | Rabu, 11 November 2020 | 14:38 WIB

Alat Ini Klaim Bisa Deteksi Virus Covid-19 Hanya dalam Waktu 4 Jam

Alat Ini Klaim Bisa Deteksi Virus Covid-19 Hanya dalam Waktu 4 Jam

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 21:52 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×