Kemenkes: 661 Orang Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah Selama 2020

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:47 WIB
Kemenkes: 661 Orang Meninggal Dunia Akibat Demam Berdarah Selama 2020
Pasien demam berdarah. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbaru. Sampai dengan pekan ke-49, tercatat sebanyak 95.893 orang Indonesia terinfeksi DBD dengan jumlah kematian mencapai 661 orang.

Saat ini Kasus DBD telah tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 provinsi dengan kasus kematian akibat DBD terjadi di 219 kabupaten/kota.

Sementara itu, lima kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi adalah Buleleng dengan 3.313 orang, Badung 2.547 orang, Kota Bandung 2.363 orang, Sikka 1.786 orang, dan Gianyar 1.717 orang.

Hingga 30 November 2020, ada 51 penambahan kasus DBD baru dan satu penambahan kasus kematian akibat DBD.

Sebanyak 73,35 persen atau 377 kabupaten/kota sudah mencapai Incident Rate (IR) kurang dari 49/100.000 penduduk.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI,  Didi Budijanto mengatakan selain kasus pandemi Covid-19 terus bertambah, Indonesia saat ini juga tengah berjuang melawan kasus DBD.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. M pertama adalah menguras penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

"Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut," ujar Didi dalam pernyataanya seperti dikutip pada laman resmi Kemenkes RI, Jumat (4/12/2020).

M selanjutnya adalah menutup menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak adanya genangan air, karena itu berpotensi menjadi sarang nyamuk.

M ketiga memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), dengan disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

"Kita perlu bergotong royong semua pihak dengan sama-sama membersihkan lingkungan sekitar rumah. Dan hal tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan, terus menerus, dan tepat sasaran," tegas dia.

Pemerintah juga telah mengupayakan pengendalian DBD dengan melaksanakan gerakan 1 rumah 1 Jumantik (juru pemantau jentik) di 131 kabupaten/kota sebanyak 7.454 koordinator Jumantik, 5.620 supervisor Jumantik,dan 1.109 kader Jumantik pelabuhan.

"Di Indonesia DBD menyerang laki-laki sebanyak 53,11% dan perempuan sebanyak 46,89%. Jadi siapapun bisa kena. Kita harus waspadai tanda dan gejala DBD. Segera lapor ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila curiga DBD," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Dadang Hawari, Penceramah Kondang Meninggal Dunia karena Covid-19

Profil Dadang Hawari, Penceramah Kondang Meninggal Dunia karena Covid-19

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:46 WIB

Adu Banteng di Hutan Bunder, Satu Orang Meninggal Dunia

Adu Banteng di Hutan Bunder, Satu Orang Meninggal Dunia

Jogja | Jum'at, 04 Desember 2020 | 10:45 WIB

Sule Sindir Teddy, Dadang Hawari Meninggal karena Covid-19

Sule Sindir Teddy, Dadang Hawari Meninggal karena Covid-19

Entertainment | Kamis, 03 Desember 2020 | 20:53 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB