Suara.com - Menurut Dokter spesialis anak DR. dr. Ariani Dwi Widodo Sp. A(K) proses belajar pada anak tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan otak tapi juga sistem pencernaan.
Ia mengatakan, keduanya memiliki hubungan dua arah yang saling memengaruhi yang disebut gut brain axis.
"Ada penelitian-penelitian yang membuktikan antara hubungan otak dan saluran cerna. Otak memengaruhi saluran cerna, misalnya kita stres merasa sakit perut, ingin ke toilet terus. Juga saluran cerna memengaruhi otak melalui zat-zat," jelasnya saat siaran langsung Instagtam bersama Buumi Playscape, Kamis (10/12/2020) kemarin.
Saat anak mengalami gangguan pencernaan, maka anak juga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu serta tidak kalah penting, proses belajar anak juga akan terganggu, lanjut Ariani.
Pencernaan yang terganggu bisa memengatuhi perasaan dan perilaku anak. Karenanya, ia menyarankan orangtua harus memastikan nutrisi yang diberikan kepada anak tercukupi agar anak memiliki saluran cerna yang sehat.
"Kuncinya itu. Maka anak akan merasa lebih nyaman saat beraktivitas, tumbuh dan kembangnya optimal," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pencernaan yang baik juga akan mendukung penyerapan nutrisi lebih optimal dan bermanfaat bagi tubuh.
"Fungsi pencernaan untuk membuat makan yang masuk dalam bentuk utuh kemudian jadi molekul kecil yang bisa diserap tubuh. Nutrisi yang diserap dan bisa digunakan tubuh akan jadi fondasi penting dalam perkembangan sel, metabolisme, juga enzim," papar Ariani.