Satgas Covid-19: Virus Corona Bermutasi, Makin 'Fit' dengan Lingkungan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 25 Desember 2020 | 08:02 WIB
Satgas Covid-19: Virus Corona Bermutasi, Makin 'Fit' dengan Lingkungan
Ilustrasi virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Virus corona SARS Cov-2 penyebab sakit Covid-19  telah bermutasi akibat dipengaruhi lingkungan dan dianggap berbeda dari sebelumnya.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa mutasi virus corona terjadi secara alami dan acak. Artinya, tidak sistematis oleh virus itu sendiri dan akan terjadi seleksi. 

"Kalau virus bermutasi jadi lemah maka dia akan tereliminasi. Kalau mutasi menyebabkan lebih cocok virus itu dengan lingkungan, maka dia (virus) akan survive. Itu salah satu upaya virus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan," jelas Wiku dalam webinar BNPB Indonesia, Kamis (24/12/2020).

Sehingga jika virus terus mengalami mutasi, menurut Wiku, mengakibatkan virus makin fit atau sesuai lingkungan. "Tidak harus makin ganas tapi semakin sesuai dengan lingkungannya," imbuh Wiku. 

Dalam webinar serupa, Guru besar Ilmu Mikrobiologi Prof. dr. Amin Subandrio. Ph.D, Sp. MK., mengatakan bahwa mutasi memang bisa menimbulkan masalah. Namun dengan mutasi, hal itu juga bisa mempermudah dalam proses identifikasi asal virus.

"Kita juga jadi bisa pelajari pola mutasi yang ada. Dari yang sudah di submit ke Gisaid, kita bisa mengetahui virus yang bersikulasi di Indonesia pola mutasinya masih dekat dengan yang di Wuhan, yang pertama kali ditemukan, Desember 2019. Tapi berbeda secara jelas dari pola mutasi yang ada di Eropa, Afrika, dan Amerika," tuturnya.

"Jadi pola mutasi itu juga semua bergantung dari molekuler epidemiologi. Kita bisa atur bagaimana mengendalikannya," tambah prof. Amin.

Senada dengan Wiku, Prof Amin juga menyatakan bahwa cara virus mempertahankan dirinya sangat berpengaruh dengan lingkungan, termasuk kondisi kesehatan orang yang terinfeksi. 

Menurutnya, jika ada usia atau genetik tertentu yang lebih rentan terhadap virus maka mutasi akan lebih mudah terjadi. Sebaliknya, virus tidak akan bisa bermutasi jika imunitas orang yang terinfeksi lebih kuat.

baca juga

"Jadi virus yang bisa lolos dari orang-orang bisa kebal adalah virus yang kuat. Jadi dengan pelajari pola resistensi virus dan juga pelajari latar belakang genetik terutama Indinesia, bisa diketahui orang-orang mana dengan genetik, etnis mana saja yang lebih rentan terinfeksi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Mendapat Antibodi Monoklonal saat Positif Covid-19, Apa Itu?

Donald Trump Mendapat Antibodi Monoklonal saat Positif Covid-19, Apa Itu?

Health | Jum'at, 25 Desember 2020 | 08:01 WIB

Ekspor Dedak Gandum Asal Cilegon Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Ekspor Dedak Gandum Asal Cilegon Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Banten | Jum'at, 25 Desember 2020 | 07:38 WIB

Masih Pandemi, Rey Mbayang dan Dinda Hauw Tunda Liburan ke Turki

Masih Pandemi, Rey Mbayang dan Dinda Hauw Tunda Liburan ke Turki

Entertainment | Jum'at, 25 Desember 2020 | 07:25 WIB

Terkini

Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam

Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Ajukan Rencana Produksi 2027, PTBA Minta Izin Gunakan Perusahaan Afiliasi sebagai Kontraktor

Ajukan Rencana Produksi 2027, PTBA Minta Izin Gunakan Perusahaan Afiliasi sebagai Kontraktor

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:49 WIB

China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik

China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Yusril Belum Terima Laporan Pesta Sabu di Rutan Depok, Siapkan Penertiban Lapas

Yusril Belum Terima Laporan Pesta Sabu di Rutan Depok, Siapkan Penertiban Lapas

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Pakar UGM Usul Badan Independen Kelola Aset Hasil Tindak Pidana

Pakar UGM Usul Badan Independen Kelola Aset Hasil Tindak Pidana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

Pakar Unair Sebut Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Jadi Alat Intimidasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

Catatan Kritis HUT ke-81 TNI: Pemekaran 204 Satuan Baru Dinilai Melenceng dari Arah Reformasi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB

Koordinator BEM UI Dianiaya OTK di Tebet Usai Konsolidasi Bersama UGM dan ITB

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Herdman Pakai Formasi 3-4-3 vs Thailand, Statistik Timnas Indonesia: 13 Kemenangan, 43 Gol

Herdman Pakai Formasi 3-4-3 vs Thailand, Statistik Timnas Indonesia: 13 Kemenangan, 43 Gol

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21 WIB

×