Gejala Hampir Mirip, Begini Bedakan Serangan Panik dengan Serangan Jantung

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 30 Desember 2020 | 15:52 WIB
Gejala Hampir Mirip, Begini Bedakan Serangan Panik dengan Serangan Jantung
Ilustrasi nyeri dada. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa orang bisa terkena serangan panik saat mengalami sesuatu yang mengkhawatirkan. Gejalanya bisa membuat napas sesak dan nyeri hebat pada dada. Gejala itu seringkali disamakan dengan serangan jantung, sehingga agak sulit membedakan antara serangan jantung dan serangan panik karena gejala dari kedua kondisi kesehatan itu kurang lebih sama.

Stres dan kecemasan yang berlebihan adalah penyebab utama serangan panik, yang juga dapat menyebabkan serangan jantung. Namun ada perbedaan antara keduanya.

Dikutip dari Times of India, serangan jantung terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat atau terhalang. Kondisi itu membatasi aliran darah dan oksigen ke otot jantung.

Tanda-tanda khas serangan jantung meliputi:

  • Ketidaknyamanan pada dada
  • Berat di dada
  • Gangguan pencernaan
  • Sesak napas
  • Palpitasi (jantung berdegup kencang)
  • Mual atau keringat dingin
  • Sakit kepala ringan
  • Pucat di wajah
  • Nyeri di tubuh bagian atas, terutama di salah satu atau kedua lengan, leher, punggung, rahang, atau perut

Meskipun nyeri di dada atau lengan adalah tanda umum serangan jantung, hal itu tidak selalu dialami. Wanita lebih tidak mungkin mengalami nyeri dada dan mungkin menunjukkan tanda-tanda lain seperti kelelahan atau ketidaknyamanan tubuh bagian atas.

Orang yang menderita masalah diabetes, kolesterol tinggi, stres kronis, dan tekanan darah tinggi lebih rentan terkena serangan jantung. Selain itu, kebiasaan merokok, gaya hidup yang buruk, dan kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko.

Sementara itu, serangan panik kebanyakan disebabkan karena stres yang berlebihan, kecemasan, dan ketakutan intens yang mencapai puncaknya dalam hitungan menit.

Seseorang bisa mendapatkan kejadian panik karena kejadian yang membuat stres di rumah atau sebelum presentasi di tempat kerja. Namun, dalam beberapa kasus, tidak ada tanda-tanda serangan panik yang terlihat. Tanda paling umum serangan panik meliputi:

  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar kencang
  • Berkeringat
  • Takut mati
  • Pusing
  • Mual
  • Panas dingin
  • Mati rasa atau kesemutan

Orang-orang berusia 20 hingga 30-an lebih cenderung menderita serangan panik. Serangan panik jika dikenali bisa dikendalikan dengan latihan pernapasan dalam, olahraga ringan dan meditasi. Namun untuk orang yang mengalami gangguan panik, antidepresan yang diresepkan dan obat lain dapat mengurangi intensitasnya

baca juga

Meskipun gejala dari kedua kondisi tersebut sama, hasilnya sama sekali berbeda satu sama lain. Dalam serangan panik, seseorang mungkin merasa sedikit tercekik, tetapi serangan jantung adalah ancaman serius bagi kehidupan.

Inilah gejala umum yang hampir serupa antara serangan jantung dan serangan panik di antaranya:

1. Nyeri dada
Karakteristik nyeri sering berbeda pada kedua kondisi. Pada serangan panik, seseorang merasakan sakit yang menusuk di tengah dada, sedangkan pada serangan jantung rasa sakit itu bisa menyerupai tekanan atau sensasi meremas. Nyeri dada pada serangan jantung dimulai dari tengah dan menjalar ke lengan, rahang, atau tulang belikat.

2. Onset dan durasi
Kedua kondisi berkembang secara tiba-tiba, tanpa tanda peringatan. Terkadang, serangan jantung bisa disebabkan karena aktivitas fisik. Sementara serangan panik berlangsung selama 10-15 menit dan menjadi lebih baik seiring waktu. Gejala serangan jantung, di sisi lain, semakin intens seiring waktu.

3. Mual
Mual dan muntah bisa menjadi gejala lain dari serangan jantung. Para pasien juga mungkin mengalami batuk dan keringat berlebih.

4. Menggigil dan hot flashes
Seseorang yang mengalami serangan panik mungkin mengalami kedinginan dan hot flash. Sensasi tercekik, kesemutan, mulut kering dan telinga berdenging adalah beberapa gejala lainnya.

Jika tidak yakin dengan kondisi kesehatan yang dirasakan, disarankan segera mencari pertolongan medis untuk menghindari kesalahan apapun. Nyeri dada yang tiba-tiba dan parah yang berlangsung lebih dari 2 hingga 3 menit atau nyeri dada yang menjalar ke lengan dan rahang, harus segera mendapat perawatan medis darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Temukan Berhubungan Seks Tiap Minggu Tingkatkan Peluang Hidup

Studi Temukan Berhubungan Seks Tiap Minggu Tingkatkan Peluang Hidup

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 17:00 WIB

Diet Ikan Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung 30 Persen, ini Kata Ahli!

Diet Ikan Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung 30 Persen, ini Kata Ahli!

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 11:03 WIB

Studi: Risiko Kematian akibat Serangan Jantung Lebih Tinggi pada Wanita

Studi: Risiko Kematian akibat Serangan Jantung Lebih Tinggi pada Wanita

Sumut | Rabu, 02 Desember 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB