alexametrics

Klamidia, Penyakit Kelamin Serius yang Gejalanya Sering Tak Disadari

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana
Klamidia, Penyakit Kelamin Serius yang Gejalanya Sering Tak Disadari
ilustrasi kemaluan

Mengenal klamidia, penyakit kelamin yang sering kali tidak disadari.

Suara.com - Klamidia merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling umum. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

Melansir dari Insider, gejala klamidia dapat berupa keluarnya cairan dari vagina atau penis, rasa tidak nyaman saat buang air kecil, dan nyeri di daerah panggul. Namun, kurang dari 30 persen orang yang terinfeksi klamidia tidak menunjukkan gejala.

Kondisi ini disebut sebagai infeksi "silent" karena kebanyakan orang yang mengalaminya cenderung asimtomatik.

"Jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang yang serius," kata Krishna Kakani, MD, yang memiliki praktik OB/GYN sendiri di Huntsville, Alabama.

Baca Juga: Sama-sama Penyakit Seksual Menular, Ini Perbedaan Kutil Kelamin dan Herpes

Oleh karena itu, menjalani tes secara teratur dan mencari pengobatan sangat penting untuk mendeteksi klamidia.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Anda bisa mendapatkan klamidia melalui hubungan seks oral, vagina, atau anal tanpa kondom dengan seseorang yang mengidapnya.

"Sangat mungkin untuk menderita klamidia dan tidak mengetahuinya karena kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala. Bahkan jika Anda memiliki gejala, mereka mungkin tidak muncul sampai beberapa minggu setelah hubungan seksual," kata Kakani.

Gejala tersebut dapat bertahan atau hilang dalam beberapa hari, tetapi  tidak berarti infeksi telah hilang. Infeksi masih bisa membahayakan jika tidak dibersihkan,

Gejala klamidia dapat bervariasi antara perempuan dan pria. Bagi perempuan dengan vagina, berikut beberapa gejelanya:

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Penyakit Kutil Kelamin dan Herpes

- Keputihan atau perdarahan di antara periode menstruasi
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
- Sakit perut
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Peningkatan frekuensi buang air kecil
- Keluarnya cairan atau perdarahan rektal

Komentar