Sepanjang Tahun 2020, Hampir 700 Orang Meninggal Karena Demam Berdarah

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 31 Desember 2020 | 15:15 WIB
Sepanjang Tahun 2020, Hampir 700 Orang Meninggal Karena Demam Berdarah
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Pexels.com)

Suara.com - Hingga penghujung tahun 2020 pemberitaan vaksin Covid-19 masih mendominasi. Tapi Demam Berdarah Dengue (DBD) masih jadi ancaman mematikan bagi masyarakat Indonesia. Buktinya selama Desember 2020 kematian bertambah 34 orang.

Di musim penghujan seharusnya DBD tetap jadi perhatian, karena data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) pada 2020 sejak Januari hingga 30 Desember 2020, sudah terjadi sebanyak 99.759 kasus DBD, dengan total kematian 697 orang.

Kematian bertambah 34 orang, dari data terakhir 7 Desember 2020 yang menunjukkan 663 orang meninggal dunia. Kasus DBD bertambah 3.788 kasus dari data data terakhir 7 Desember 2020 yang menunjukkan 95.971 orang terinfeksi DBD.

Ada setidaknya 5 kabupaten kota yang memiliki kasus DBD tertinggi, di antaranya kabupaten Buleleng Bali jadi kota tertinggi kasus DBD se Indonesia dengan 3.402 kasus, kedua Bandung Jawa Barat dengan 2.663 kasus, disusul Badung Bali dengan 2.569 kasus, Sikka NTT mencapai 1.786 kasus, dan Gianyar Bali dengan 1.739 kasus.

Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Sedangkan kasus orang yang jatuh sakit terkena DB berada di kisaran usia 15 hingga 44 tahun yaitu 37,45 persen, disusul infeksi menyasar usia 5 hingga 14 tahun sebesar 33,16 persen yaitu mereka berusia anak-anak.

Meski sudah mulai meredup, dalam siaran pers beberapa waktu lalu Direktur P2PTVZ Kemenkes RI, Didi Budijanto kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus menjalankan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

M pertama adalah Menguras, merupakan kegiatan membersihkan atau menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.

M selanjutnya Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

M ketiga adalah Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, dan gotong royong membersihkan lingkungan.

“Hal tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan , terus menerus, dan tepat sasaran,” kata Didi.

Di Indonesia DBD menyerang laki-laki sebanyak 53,08 persen dan perempuan sebanyak 46,91 persen.

“Kita harus waspadai tanda dan gejala DBD. Segera lapor ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila curiga DBD,” tutup Didi.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijuluki Komandan Nyamuk, Adi Utarini Masuk 10 Tokoh Berpengaruh Dunia

Dijuluki Komandan Nyamuk, Adi Utarini Masuk 10 Tokoh Berpengaruh Dunia

Jogja | Rabu, 23 Desember 2020 | 09:29 WIB

Enesis Group Ingatkan untuk Tak Mengabaikan Bahaya DBD di Tengah Pandemi

Enesis Group Ingatkan untuk Tak Mengabaikan Bahaya DBD di Tengah Pandemi

Bisnis | Senin, 21 Desember 2020 | 15:36 WIB

Kasus DBD Hampir 96.000 di Tahun 2020, Terbanyak Ada di Bali

Kasus DBD Hampir 96.000 di Tahun 2020, Terbanyak Ada di Bali

Bali | Minggu, 13 Desember 2020 | 19:17 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB