Ahli Virologi Sebut Varian Baru Virus Corona Nigeria Picu Gejala Parah

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 06 Januari 2021 | 08:00 WIB
Ahli Virologi Sebut Varian Baru Virus Corona Nigeria Picu Gejala Parah
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 tidak hanya muncul di Inggris dan Afrika Selatan, tetapi juga Nigeria yang merupakan bagian dari Afrika Barat.

Seorang ahli virologi Sunday Omilabu, telah menghabiskan banyak waktu di laboratorium untuk mempelajari lebih lanjut varian baru virus corona Covid-19 di Nigeria.

Omilabu melakukan ini guna memperoleh informasi yang akurat tentang varian virus corona Nigeria. Sehingga ia bisa mencari cara untuk menahan penyebarannya di Nigeria, yang penduduknya terpadat di Afrika.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika, mengatakan sekarang ini Nigeria telah melaporkan 89.163 kasus virus corona Covid-19, yang mana 1.302 telah meninggal dunia.

Omilabu mengatakan varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan sangat berbeda dengan varian di Nigeria. Ia juga tidak heran dengan fenomena ini, karena wajar virus bermutasi dan menyebabkan varian baru.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Omilambu, yang juga direktur Pusat Virologi Manusia dan Zoonotik di Sekolah Tinggi Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Lagos, mengatakan ada banyak kasus baru infeksi virus corona di Nigeria, tapi ia belum bisa memastikan kasus baru itu akibat varian virus corona atau tidak.

"Kami melihat banyak orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami gejala yang cukup parah," kata Omilambu dikutip dari Express.

Ia lantas menjelaskan proses penyebaran penyakit ini dari satu orang ke 4 atau 5 anggota keluarga lainnya, yang mana tingkat penularan varian virus corona ini lebih tinggi daripada sebelumnya.

"Itu menunjukkan bahwa sesuatu sedang terjadi. Ada lonjakan kasus yang kami rekam, tapi kami belum bisa mengurutkan salah satu isolat tersebut untuk menentukan peningkatan transmisi disebabkan oleh varian atau bukan," kata Omilabu.

baca juga

Karena itu, Omilambu merasa perlu memantau varian baru virus corona Covid-19 tersebut. Ia berusaha mengurutkan leih banyak informasi yang beredar, melakukan pengawasan dan memantau seberapa aktif virus ada di lingkungan.

Sementara ahli masih mengamati sifat varian baru virus corona di laboratorium, warga Nigeria tetap waspada untuk menghindari penyebaran virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Varian Covid-19 Afrika Selatan Disebut Lebih Menular

Varian Covid-19 Afrika Selatan Disebut Lebih Menular

Tekno | Selasa, 05 Januari 2021 | 15:44 WIB

Meski Alami Anosmia, Pria Ini Tak Pernah Positif Virus Corona Covid-19

Meski Alami Anosmia, Pria Ini Tak Pernah Positif Virus Corona Covid-19

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 11:20 WIB

India Setujui Penggunaan Vaksin Covishield Ofxord, Ini 6 Keunggulannya!

India Setujui Penggunaan Vaksin Covishield Ofxord, Ini 6 Keunggulannya!

Health | Selasa, 05 Januari 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

×