Hanya dari Perubahan di Mata, Peneliti Bisa Identifikasi Penyakit Parkinson

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Jum'at, 08 Januari 2021 | 16:30 WIB
Hanya dari Perubahan di Mata, Peneliti Bisa Identifikasi Penyakit Parkinson
Ilustrasi penyakit Parkinson (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti telah menemukan cara untuk untuk mendiagnosis penyakit Parkinson secara dini hanya dengan peralatan pencitraan non invasif dan tidak mahal.

Cara ini diketahui setelah peneliti menemukan adanya perubahan pada mata pasien penyakit Parkinson.

Tim peneliti yang dipimpin oleh spesialis mata dari Duke University Medical Center, Durham, North Carolina, melaporkan penderita Parkinson mengalami penurunan perfusi mikrovaskular retinal dan perubahan struktural pada koroid.

"Kelompok kami sebelumnya telah melaporkan perubahan retina pada pasien dengan Alzheimer dan gangguan kognitif ringan. Kami sekarang memperluas penelitian ini untuk penyakit Parkinson," kata penulis utama studi, Cason Robbins, BS, mahasiswa kedokteran di Duke University.

Menurutnya, perubahan di retina mencerminkan neuron yang hampir mati seperti yang terjadi di otak pasien Parkinson dan Alzheimer.

Ilustrasi pemeriksaan mata. [Shutterstock]
Ilustrasi pemeriksaan mata. [Shutterstock]

Mereka melakukan studi ini agar penderita masalah neurologis seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson dapat didiganosis lebih awal secara akurat sehingga kondisi mereka dapat dipantau.

"Menggunakan mata adalah peluang besar untuk membantu hal ini. Mata adalah jendela ke otak dan dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan awal di otak," jelas penulis senior, Dilraj Grewal, MD, dari Duke University School of Medicine, dilansir Medscape.

Studi

Dalam studi ini, peneliti menggunakan optical coherence tomography (OCT) dan OCT-Angiography untuk membandingkan struktur dan mikrovaskulatur retina serta koroid di mata 69 pasien Parkinson.

baca juga

Mereka juga melibatkan 137 individu kontrol yang sehat secara kognitif sesuai usia dan jenis kelamin.

Hasil penelitian menunjukkan mata penderita Parkinson memiliki kepadatan pembuluh kapiler superfisial dan perfusi 2% hingga 3% lebih rendah, total area choroidal dan choroidal luminal 9% hingga 10% lebih tinggi, dan vaskularisasi koroid 1% lebih rendah.

Meski begitu, menurut peneliti hasil ini tidak memberi gambaran keseluruhan dari penyakit Parkinson.

"Kami mungkin memerlukan parameter lain, mungkin dari pengamatan retinal lain atau dari gejala klinis. Di masa mendatang kami dapat menggabungkan berbagai pengukuran, atau kami mungkin memerlukan teknik pencitraan yang lebih canggih," jelas Robbins.

Ilustrasi pemeriksaan mata (Shutterstock)

Peneliti berharap di masa depan perubahan pada mata dapat mengidentifikasi penyakit Parkinson sebelum gejala berkembang, sehingga pasien dapat diberikan pengobatan pencegahan.

"Kami tahu Parkinson memengaruhi pembuluh darah di otak dan pembuluh darah terkecil yang menuju retina, jadi kemungkinan besar ini yang pertama terkena. Ini bisa menjadi bukti paling awal bahwa ada yang salah dengan sel saraf yang terhubung ke retina," lanjutnya.

Mereka berharap di masa depan memeriksa gejala awal melalui mata dapat dimasukkan ke pemeriksaan tahunan pada penderita Parkinson dan Alzheimer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebar Teori Konspirasi Putin Derita Parkinson Ditangkap Polisi

Penyebar Teori Konspirasi Putin Derita Parkinson Ditangkap Polisi

News | Senin, 07 Desember 2020 | 21:17 WIB

Batasi Konsumsi Susu Rendah Lemak, Ternyata Minum ini Bisa Picu Parkinson!

Batasi Konsumsi Susu Rendah Lemak, Ternyata Minum ini Bisa Picu Parkinson!

Health | Minggu, 08 November 2020 | 20:40 WIB

Ilmuwan: Covid-19 Bisa Sebabkan Penyakit Parkinson

Ilmuwan: Covid-19 Bisa Sebabkan Penyakit Parkinson

News | Rabu, 23 September 2020 | 15:10 WIB

Terkini

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Penyaluran Kredit FIFGroup Tumbuh 6,8 Persen

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 18:36 WIB

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bule Rusia Ditemukan Tewas di Bawah Tebing Kawasan Tanjung Mebulu

Bali | Sabtu, 26 September 2026 | 18:33 WIB

×