Sering Dianggap Sama, Ini Beda Pneumonia Biasa dan Akibat Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 10 Januari 2021 | 16:05 WIB
Sering Dianggap Sama, Ini Beda Pneumonia Biasa dan Akibat Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Hingga kini banyak pasien Covid-19 yang mengeluhkan berbagai gejala yang berbeda. Namun, umumnya sebagian besar dari mereka mengalami gejala pernapasan.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, Minggu, (10/1/2021), dokter spesialis paru-paru dari Siloam Hospitals Silampari, dr. Indra Barata, Sp.P., mengatakan bahwa virus corona selain secara umum merusak sistem pernapasan pada organ manusia, juga dapat menginfeksi organ paru-paru.

Adapun infeksi yang ditimbulkan bisa bersifat  akut hingga menyebabkan kematian kematian.

"Pada beberapa kasus yang kami tangani, penanganan kasus dari virus corona ini menyebabkan "Pneumonia" atau infeksi pada organ paru paru", terang dr Indra Barata Sp.P., Sabtu (09/01/2021) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. 

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Menurut Indra, meski memiliki gejala yang mirip, yakni timbulnya peradangan pada paru, namun,  pneumonia yang disebabkan oleh Covid-19 sedikit berbeda dengan pneumonia yang biasa terjadi.

Pneumonia biasa atau disebut juga dengan paru-paru basah, seringkali menyebabkan peradangan pada kantung-kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.

Infeksi tersebut dapat menyebabkan kantung udara pada saluran pernapasan di paru-paru mengalami radang dan dipenuhi oleh cairan. Namun, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya jika sistem imun pengidapnya baik. 
Sedangkan pada Covid-19, gangguan ini umumnya menyerang saluran napas bagian atas yang akhirnya dapat menyebar hingga ke paru-paru.  

Menurut Indra, selain gejala umum seperti demam tinggi hingga diatas suhu 38 derajat Celcius, batuk kering dan sesak nafas, terdapat pula gejala khusus lainnya, yaitu timbul diare, sakit kepala, hilangnya kemampuan mencium aroma bau (anosmia), iritasi mata hingga timbul ruam di kulit.

"Corona ini dalam rentang waktu 10 hari, sebagian pasien akan mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut "Happy Hypoxia", ungkap Indra Barata. Adapun dalam pendeteksian awal, kehadiran Virus dapat dideteksi melalui rekam Rontgen dan CT Scan Thorax serta pemeriksaan di laboratorium.

baca juga

Lebih jauh, dr. Indra Barata, Sp.P., juga turut mengimbau agar masyarakat secara umum dan khususnya di kota Lubuklinggau agar tetap melaksanakan protokol kesehatan secara berkelanjutan.

"Minimal menggunakan masker selama empat jam saat diluar ruangan sambil menjaga jarak, mencuci tangan dengan air sabun dan air yang mengalir selama 20 detik sebelum dan sesudah beraktivitas serta menjaga kondisi tubuh agar selalu prima dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat", pungkas Indra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update 10 Januari, Positif COVID-19 RI Melonjak Hingga 828.026 Kasus

Update 10 Januari, Positif COVID-19 RI Melonjak Hingga 828.026 Kasus

News | Minggu, 10 Januari 2021 | 15:49 WIB

Nekat Dekati Makam Jenazah Covid-19, Massa Buat Petugas di Jogja Kewalahan

Nekat Dekati Makam Jenazah Covid-19, Massa Buat Petugas di Jogja Kewalahan

Jogja | Minggu, 10 Januari 2021 | 15:41 WIB

Viral Tetangga Bantu Isolasi Mandiri, Publik: Kalau Tetanggaku Malah Gibah

Viral Tetangga Bantu Isolasi Mandiri, Publik: Kalau Tetanggaku Malah Gibah

Hits | Minggu, 10 Januari 2021 | 15:09 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×