Penderita Aritmia Jantung Harus Rutin Lakukan Medical Check Up

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 20 Januari 2021 | 09:05 WIB
Penderita Aritmia Jantung Harus Rutin Lakukan Medical Check Up
Ilustrasi medical check up. (Elements Envato)

Suara.com - Aritmia adalah salah satu penyakit jantung dimana penderitanya kerap tidak sadar memiliki penyakit ini, karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Kekhawatiran terbesar dari kelainan irama jantung atau aritmia ini adalah karena penyakit ini secara mendadak bisa membuat penderitanya mengalami serangan jantung, stroke, hingga kematian karena gagal jantung.

Lalu, apa penyebab seseorang dapat megalami aritmia?

Jantung mempunyai sistem listrik sendiri yang dapat mengendalikan laju dan irama jantung. Pada setiap denyutan, arus listrik akan menyebar dari bagian atas jantung ke bagian bawah. Aliran arus listrik yang berjalan dengan normal akan membuat jantung berkontraksi dan memompa darah.

Sistem listrik jantung dimulai dari sekelompok sel yang disebut sinus node atau nodus sinoatrial (SA).

“Selama arus tersebut berjalan dengan normal dari atas ke bagian bawah jantung, arus akan mengatur waktu aktifitas dari sel jantung. Arus listrik inilah yang menyebabkan dua serambi berkontraksi terlebih dahulu kemudian akan diikuti dengan kedua bilik yang berada di bagian bawah jantung," ujar dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP(K), FIHA Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi dan Konsultan Elektrofisiologi, berdasarkan siaran pers yang diterima suara.com, Selasa (19/1/2021).

"Dengan berkontraksinya kedua bilik jantung, maka darah akan dipompa ke seluruh tubuh dan paru - paru. Kombinasi dari kontraksi serambi dan bilik akan menghasilkan denyutan jantung,” sambung dr. Ignatius.

Pada kasus bradikardia, akan terjadi gangguan pada signal listrik di jantung akan mengakibatkan kelainan irama jantung, di mana jantung akan berdenyut lebih pelan dari seharusnya.

Hal ini disebabkan karena rusaknya pacu jantung alami (SA) atau adanya gangguan pada sistem konduksi listrik di jantung. Sehingga alat pacu jantung permanen (Permanent Pacemaker) dengan tenaga listrik yang berkekuatan rendah akan mengatasi kelainan signal listrik ini.

Lalu, bagaimana cara mengatasi bradiaritmia?

baca juga

Pasien dengan gejala penyakit artimia harus di kontrol lebih lanjut oleh dokter spesialis jantung agar termonitor secara teratur. Bila dirasa denyut jantung terlalu lemah dengan tingkat kegawatan tinggi, dokter akan menyarankan pasien menggunakan alat pacu jantung untuk menstabilkan irama jantung, menghilangkan keluhan atau gejala bradikardia seperti lemas dan hilang kesadaran.

Itu sebabnya, penting bagi penderita aritmia jantung untuk selalu kontrol rutin ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Kesehatan Jantung, Kurangi Konsumsi Makanan yang Digoreng

Jaga Kesehatan Jantung, Kurangi Konsumsi Makanan yang Digoreng

Malang | Selasa, 19 Januari 2021 | 15:29 WIB

17 Orang dengan Kondisi Ini Tak Boleh Vaksinasi Covid-19

17 Orang dengan Kondisi Ini Tak Boleh Vaksinasi Covid-19

Banten | Senin, 18 Januari 2021 | 19:16 WIB

Kesehatan Jantung Rusak karena  Covid-19, Ini Tanda dan Gejalanya

Kesehatan Jantung Rusak karena Covid-19, Ini Tanda dan Gejalanya

Bali | Senin, 18 Januari 2021 | 07:15 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×