Rajin Konsumsi Tahu Tempe Bisa Ringankan Gejala Menopause

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 01 Februari 2021 | 11:56 WIB
Rajin Konsumsi Tahu Tempe Bisa Ringankan Gejala Menopause
Ilustrasi tahu dan tempe. (Shutterstock)

Suara.com - Sebelum memasuki masa menopause, perempuan akan mengalami berbagai gejala, misalnya saja berkeringat di malam hari, nyeri otot dan sendi, bahkan perubahan mood. Namun berat ringannya gejala menopause itu bisa bervariasi antar perempuan. Dan dikatakan bahwa konsumsi produk kedelai seperti tahu tempe, bisa meringankan gejala menopause.

"Gejalanya banyak, kadang sangat tidak khas. Banyak perempuan mengalami keringat malam, nyeri persendian, nyeri otot, penurunan libido, bahkan sampai perubahan mood yang disebabkan estrogen yang berkurang," kata dokter spesialis obgyn dr. Gita Pratama. Sp.OG.(K) saat siaran langsung Instagram SIKAT 'Edukasi Singkat Tetap Sehat Pada Masa Menopause', Minggu (31/1/2021).

Meski begitu, menurut Gita, gejala menopause sebenarnya tidak benar-benar khas. Pada masa premenopause, siklus haid akan berubah menjadi tidak teratur setiap bulan. Setelah itu, diikuti dengan gejala fisik lain.

Masa premenopause sendiri kebanyakan mulai dialami perempuan berusia 45 tahun ke atas. Dokter Gita menyarankan, memasuki usia tersebut, perempuan sudah harus menjaga pola makan dan gaya hidup jadi lebih sehat. Tujuannya untuk mencegah gejala menopause menjadi berat.

"Seperti kebiasaan merokok, minum alkohol harus distop. Istirahat cukup, olahraga teratur. Untuk makanan tentu pola hidup sehat, banyak serat sayuran, banyak buah-buahan," tutur dokter Gita.

Menariknya, menurut Gita, perempuan Asia cenderung mengalami gejala menopause lebih ringan daripada perempuan di wilayah Barat. Kondisi itu kemungkinan karena kebiasaan orang Asia yang banyak konsumsi makanan dari kacang-kacangan seperti kedelai tempe dan tahu.

"Jadi makanan yang mengandung estrogen dari tanaman itu juga mengurangi gejala premenopause cukup signifikan. Karena kebiasaan orang Indonesia makan tahu tempe itu sangat bagus," katanya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan gejala menopause bisa menjadi berat jika pola hidup tidak sehat. Gejala berat itu ditandai dengan selalu merasa kepanasan setiap malam hingga menyulitkan beraktivitas atau juga menimbulkan depresi pada perempuan.

Dokter Gita mengatakan, kondisi itu bisa diatasi dengan Hormon Replacement Therapy (HRT) atau terapi penggantian hormon sebagai pengobatan untuk meredakan gejala berat jelang menopause. Terapi tersebut biasanya dilakukan kurang dari lima tahun dengan pengawasan dari dokter.

baca juga

"Biasanya setelah satu tahun, gejala akan berulang sendiri dan hilang. Saat itu bisa stop pemberian HRT. Kemudian cukup berikan edukasi untuk hidup sehat. Tidak perlu takut, HRT kalau ada indikasi gejala berat boleh diberikan namun harus dengan pengawasan dokter," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menopause Dini Timbulkan Gejala Lebih Parah, Terutama Masalah Seks dan Mood

Menopause Dini Timbulkan Gejala Lebih Parah, Terutama Masalah Seks dan Mood

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 20:45 WIB

Studi: Menopause Bisa Pengaruhi Penurunan Kognitif Perempuan

Studi: Menopause Bisa Pengaruhi Penurunan Kognitif Perempuan

Health | Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:17 WIB

Hubungan Seks setelah Usia 50 Tahun Justru Lebih Baik, Ini 4 Alasannya!

Hubungan Seks setelah Usia 50 Tahun Justru Lebih Baik, Ini 4 Alasannya!

Health | Senin, 04 Januari 2021 | 20:30 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×