Wajib Tahu, Ini Dua Faktor Penting yang Bikin Program Bayi Tabung Gagal

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 04 Februari 2021 | 16:25 WIB
Wajib Tahu, Ini Dua Faktor Penting yang Bikin Program Bayi Tabung Gagal
Ilustrasi bayi tabung [shutterstock]

Suara.com - Setelah proses pembuahan alami tidak kunjung mendapatkan buah hati, maka program bayi tabung kerap jadi harapan baru bagi pasangan suami istri.

Tapi terkadang tidak semua bisa berjalan lancar begitu saja. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan karena bisa memicu gagalnya program bayi tabung.

Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari pihak istri dan suami, maka selain kemampuan dokter yang mumpuni dan teknologi yang digunakan, dalam proses bayi tabung juga diperlukan kerjasama suami istri untuk menyukseskan program.

1. Usia perempuan pemilik sel telur

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, M.Sc mengatakan jika usia perempuan sangat mempengaruhi kualitas sel telur.

Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).
Ilustrasi sel sperma dan sel telur (Shutterstock).

Itulah mengapa peluang program bayi tabung akan semakin tinggi keberhasilannya jika ibu berusia di bawah 35 tahun. Mengingat jumlah dan kualitas sel telur menurun secara signifikan saat perempuan berusia 35 hingga 40 tahun.

"Maka usia sebelum 35 tahun peluang keberhasilan bayi tabung cukup tinggi. Bisa melampaui efektivitas sel telur normal sehari-hari, kualitas sel telur dipengaruhi usia," ujar dr. Yassin dalam acara perkenalan layanan RS Pondok Indah IVF Centre, Kamis (4/2/2021).

Beruntungnya teknologi menyimpan sel telur yang dimiliki RS Pondok Indah IVF Centre, memungkinkan para perempuan menyimpan sel telurnya di usia muda, sehingga saat sudah siap hamil kualitas sel telur di usia muda siap untuk digunakan dalam program bayi tabung.

2. Kualitas sperma dari suami

Bohong jika disebutkan hanya perempuan yang punya masalah infertilitas atau gangguan kesuburan, lelaki juga bisa kok, khususnya pabila kualitas sperma tidak baik sehingga tidak bisa membuahi sel telur.

Beruntung dalam teknologi bayi tabung terbaru, termasuk yang tersedia di RS Pondok Indah IVF Centre memungkinkan dokter untuk memilih sperma kualitas terbaik yang ada di tubuh suami.

Namun jika sperma cenderung normal, maka teknologi pembesaran sperma bisa dilakukan untuk mencari tahu adanya kerusakan pada DNA sperma.

"Ini juga pemeriksaan yang bisa dilakukan, untuk menskrining kelainan yang terkait sperma, ditambah metode bayi tabung sperma yang diseleksi adalah kualitas yang baik," terang dr. Yassin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-Gara Bulan Madu, Sperma Banyak yang Mati dan Rusak

Gara-Gara Bulan Madu, Sperma Banyak yang Mati dan Rusak

Lifestyle | Rabu, 03 Februari 2021 | 12:07 WIB

Virus Corona Bisa Picu Kerusakan Sperma, Begini 5 Cara Mengatasinya!

Virus Corona Bisa Picu Kerusakan Sperma, Begini 5 Cara Mengatasinya!

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 16:00 WIB

Studi: Covid-19 Bisa Bikin Sperma Rusak dan Sebabkan Kemandulan

Studi: Covid-19 Bisa Bikin Sperma Rusak dan Sebabkan Kemandulan

Health | Senin, 01 Februari 2021 | 11:45 WIB

Terkini

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB