Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangren pada Pasien, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 18 Februari 2021 | 08:05 WIB
Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangren pada Pasien, Apa Itu?
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Para ahli mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 bisa menyebabkan gangren, karena penyakit ini bisa membuat tubuh menyerang diri sendiri.

Para peneliti mengatakan sistem kekebalan tubuh bertanggung jawab atas gejala jangka panjang dan aneh di antara pasien virus corona Covid-19 yang menderita parah.

Kebanyakan orang yang tertular virus corona akan mengalami gejala, seperti batuk terus-menerus, kehilangan indra penciuman dan perasa serta demam tinggi.

Sedangkan, sepertiga dari pasien virus corona tidak mengalami gejala apapun. Tapi, banyak pasien virus corona yang menunjukkan gejala nyeri sendi dan nyeri otot.

Orang yang menderita virus corona Covid-19 dalam kondisi parah dapat mengalami radang sendi rheumatoid dan myositis autoimun, yang biasa disebut sebagai Covid-19 toes.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Sampai sekarang, dokter telah berjuang mencari tahu penyebab masalah ini. Tapi, para ahli di Universitas Northwestern di Amerika Serikat telah menggunakan gambar radiologis untuk mengidentifikasi penyebabnya adalah sistem kekebalan tubuh kita sendiri.

"Kami telah menyadari bahwa virus corona Covid-19 bisa membuat tubuh menyerang dirinya sendiri dengan cara yang berbeda, yang dapat menyebabkan masalah reumatologi dan memerlukan penanganan seumur hidup," kata Dr Swati Deshmukh dalam jurnal Skeletal Radiology dikutip dari The Sun.

Para ahli mengumpulkan data dari pasien di Rumah Sakit Memorial Northwestern antara Mei hingga Desember 2020. Beberapa pasien yang mengalami gejala jangka panjang, membutuhkan perawatan medis, menerima MRI, CT scan atau scan ultrasound.

Berdasarkan pemindaian inilah para peneliti menentukan penyebabnya. Dr Deshmukh mengatakan bahwa banyak pasien dengan gangguan muskuloskeletal terkait virus corona bisa pulih, tapi beberapa orang justru gejalanya berkembang serius.

"Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi pasien dan bisa berdampak pada kualitas hidupnya, sehinga mereka harus mendapatkan perhatian medis," jelasnya.

Para peneliti melalui pemindaian itu juga menemukan peradangan, kerusakan saraf dan pembekuan darah yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap serangan virus.

"Kita mungkin melihat pembengkakan dan perubahan inflamasi pada jaringan, hematoma atau gangren. Beberapa pasien mengalami luka saraf dan lainnya mengalami gangguan aliran darah," kata Dr Deshmukh.

NHS menyatakan bahwa gangren adalah kondisi serius di mana seseorang kehilangan suplai darah, yang menyebabkan jaringan tubuh mati.

Kondisi ini bisa memengaruhi bagian tubuh mana pun, tapi paling sering terjadi jari kaki, kaki, jaringan tangan dan tangan. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi, cedera atau kondisi jangka panjang yang memengaruhi sirkulasi darah.

Semua orang bisa terkena gangren, tapi beberapa kelompok lebih berisiko daripada lannya. Tapi, orang yang menderita diabetes, mengidap Raynaud dan orang dengan aterosklerosis lebih berisiko tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting Diketahui, Berikut Tujuh Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Penting Diketahui, Berikut Tujuh Tanda Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 16:50 WIB

Doni Monardo Targetkan Indonesia Bebas Covid-19 saat Hari Kemerdekaan

Doni Monardo Targetkan Indonesia Bebas Covid-19 saat Hari Kemerdekaan

Video | Rabu, 17 Februari 2021 | 16:00 WIB

Potensi Bahaya, Ahli Temukan Kombinasi Virus Corona Inggris dan California

Potensi Bahaya, Ahli Temukan Kombinasi Virus Corona Inggris dan California

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 11:48 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB