Studi Ini Prediksi Hewan yang Kemungkinan Bisa Sebabkan Wabah Berikutnya

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 18 Februari 2021 | 09:50 WIB
Studi Ini Prediksi Hewan yang Kemungkinan Bisa Sebabkan Wabah Berikutnya
Ilustrasi kucing (Unsplash)

Suara.com - Selain menginfeksi manusia, Covid-19 juga bisa menyerang hewan. Para ilmuwan kemudian melakukan penelitian terkait hewan-hewan yang bisa menjadi inang dari virus corona baru tersebut di masa mendatang.

Hewan yang diteliti adalah kucing, kelinci, dan landak yang bertujuan untuk memprediksi hewan yang paling mungkin menyebabkan wabah Covid-19 berulang berikutnya.

Melalui bantuan kecerdasan buatan, ahli biologi merancang model prediksi yang dapat memprioritaskan inang potensial dari strain virus yang sudah diketahui ada, tetapi belum mencapai manusia.

"Kami ingin tahu dari mana datangnya virus corona berikutnya," kata Dr. Marcus Blagrove, ahli virologi Universitas Liverpool yang mengerjakan penelitian tersebut, sebagaimana dilaporkan BBC.

Temuan mereka, yang diterbitkan di Nature Communications pada Selasa (16/2) itu menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan digunakan untuk memprediksi inang hewan yang sebelumnya tidak terduga dari jenis virus corona.

Peneliti berusaha menemukan, dari 876 spesies mamalia potensial yang mungkin menjadi inang satu, terhadap 411 strain virus. Triknya dengan mengurai spesies yang bisa menampung dua strain sekaligus, menciptakan tempat berkembang biak bagi virus mutan yang kuat.

"Salah satu cara (virus berkembangbiak) adalah melalui rekombinasi antara dua virus corona yang ada," kata Blagrove dikutip dari Fox News.

"Jadi dua virus menginfeksi sel yang sama dan mereka bergabung kembali menjadi virus 'anak' yang akan menjadi jenis yang sama sekali baru," lanjutnya.

Hewan seperti musang, landak biasa, kelinci Eropa, unta dromedaris, beberapa spesies primata, babi peliharaan, dan kucing ditetapkan sebagai penyebab utama rekombinasi SARS Cov-2 dengan mungkin puluhan virus corona lainnya. Termasuk juga kelelawar dan trenggiling.

Rekombinasi telah diamati pada beberapa spesies ini, menurut  penelitian sebelumnya yang  dikutip dalam laporan baru.

Tetapi untuk mengidentifikasi sumber-sumber baru bagi strain 'anak virus' yang belum ditemukan, algoritme tersebut mendasarkan penilaiannya pada kemiripan biologis antara inang yang diketahui dan spesies terkait, menurut ketua peneliti Dr. Maya Wardeh.

“Kami dapat memprediksi spesies mana yang memiliki peluang banyak terinfeksi virus corona. Entah karena mereka sangat dekat hubungannya (dengan spesies yang diketahui membawa virus corona) atau karena mereka berbagi ruang geografis yang sama," tutur Maya.

Para ilmuwan berharap temuan ini akan membantu mendorong pemantauan yang lebih menyeluruh tentang bagaimana dan di mana alam liar bertemu dengan dunia manusia.

Karena para peneliti menemukan kemungkinam penyebaran virus dari hewan ke manusia sebagian besar dari aktivitas manusia yang sembrono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wow! DPRD Ungkap Anggaran Vaksinasi Covid-19 di Lebak Capai Rp32 Milyar

Wow! DPRD Ungkap Anggaran Vaksinasi Covid-19 di Lebak Capai Rp32 Milyar

Banten | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:40 WIB

Dari Zona Oranye Covid-19, Kabupaten Tangerang Berhasil Turunkan Status

Dari Zona Oranye Covid-19, Kabupaten Tangerang Berhasil Turunkan Status

Banten | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:39 WIB

Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan dan Brasil, Begini Gejalanya!

Varian Baru Virus Corona Afrika Selatan dan Brasil, Begini Gejalanya!

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:15 WIB

Terkini

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB