Lewat Autopsi, Studi Ungkap Alasan Covid-19 Sebabkan Kabut Otak

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Kamis, 18 Februari 2021 | 13:16 WIB
Lewat Autopsi, Studi Ungkap Alasan Covid-19 Sebabkan Kabut Otak
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu efek yang paling tidak dipahami dari infeksi Covid-19 adalah kabut otak atau brain fog. Kondisi ini menunjukkan gejala sejenis kebingungan mental yang dapat terjadi di antara pasien yang sakit parah, kadang-kadang bertahan lama setelah pemulihan.

Melansir dari Medicinenet, sebuah studi baru menemukan kemungkinan petunjuk neurologis dalam bentuk kelompok sel yang sangat tidak biasa di otak orang yang menderita Covid-19.

"Yang kami bicarakan adalah situasi di mana pasien merasa tidak jelas dan berkabut dalam pikiran mereka," kata pemimpin penulis studi Dr. David Nauen.

"Itu adalah saat Anda sangat lelah dan lesu membuat aktivitas mental Anda sepertinya tidak bekerja sekeras dan setajam biasanya," jelasnya. 

Peneliti awalnya mengira kondisi ini terjadi karena virus memengaruhi otak yang terkadang menyebabkan konsekuensi neurologis parah. Dalam hal ini, Nauen dan rekan-rekannya mulai menganalisis otak pasien Covid-19 yang meninggal.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Antara April hingga Mei 2020, autopsi dilakukan pada otak 15 pasien Covid-19 yang dipilih secara acak, serta pada dua pasien yang belum terinfeksi. Hasilnya cukup mengejutkan, sebab tidak ditemukan tanda penyakit virus dalam otak seperti peradangan dan limfosit (sel darah putih).

"Sebaliknya, kami melihat sel-sel yang tidak biasa di kapiler yang disebut megakariosit di mana belum pernah saya lihat di otak," kata Nauen.

Megakariosit adalah sel yang biasanya hidup di sumsum tulang, tempat  membuat sel darah merah dan sel darah lainnya.  "Tapi sangat, sangat tidak biasa melihatnya di kapiler otak, karena kapiler seperti tabung kecil yang membawa oksigen ke seluruh otak. Jadi menemukan megakariosit di tabung ini seperti menemukan bola sepak yang dimasukkan ke dalam pipa yang sangat kecil di rumah Anda," imbuhnya.

Penemuan ini dipublikasikan secara online 12 Februari di JAMA Neurology.

baca juga

Nauen menekankan bahwa terlalu dini untuk mengkarakterisasi temuan ini sebagai bukti sebab dan akibat. Namun, peneliti mengakui bahwa penjelasan studi ini cukup masuk akal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Kapan Pandemi Covid-19 Akan Berakhir, Prof Wiku Punya Jawaban Mudah

Ditanya Kapan Pandemi Covid-19 Akan Berakhir, Prof Wiku Punya Jawaban Mudah

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 12:50 WIB

Anggota DPR: Target Indonesia Bebas Covid-19 Agustus Berat, Tapi Tetap Bisa

Anggota DPR: Target Indonesia Bebas Covid-19 Agustus Berat, Tapi Tetap Bisa

News | Kamis, 18 Februari 2021 | 12:43 WIB

Benarkah Vaksin Covid-19 Kurangi Penularan Virus Corona? Ini Penjelasannya

Benarkah Vaksin Covid-19 Kurangi Penularan Virus Corona? Ini Penjelasannya

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 12:25 WIB

Terkini

3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali

3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali

Bali | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:09 WIB

UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir

UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:02 WIB

Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?

Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Bali | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:58 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?

Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:54 WIB

Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan

Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:47 WIB

Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026

Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:39 WIB

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:25 WIB

×