Balitbangkes Akui Rogoh Kocek Biayai Vaksin Nusantara Terawan

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2021 | 11:13 WIB
Balitbangkes Akui Rogoh Kocek Biayai Vaksin Nusantara Terawan
Petugas medis melakukan pemeriksaan Vaksin Nusantara di RSUP Kariadi Semarang. [Suara.com/Dafi Yusuf]

Suara.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) RI, dr. Slamet, MHP membenarkan bahwa pihaknya membiayai penelitian dan pengembangan Vaksin Nusantara untuk Covid-19.

"Iya kita yang membiayai (penelitian vaksin Nusantara), sampai jadi uji klinis fase 1," ujar Slamet dalam Konferensi Pers Penelitian RECOVERY, Jumat (19/2/2021).

Vaksin Nusantara adalah vaksin Covid-19 yang menggunakan basis sel dendritik untuk memicu kekebalan tubuh.

Vaksin ini diinisiasi oleh mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putrantro sejak Oktober 2020 lalu, saat dirinya masih menyandang status Menkes untuk kemudian penelitiannya dilanjutkan hingga saat ini.

Menurut Slamet, basis atau bahan pembuatan vaksin Nusantara berbeda dari vaksin lain. Namun sama seperti vaksin yang sedang dikembangkan peneliti lainnya, tujuan vaksin Nusantara sama yaitu mengurangi keparahan pasien Covid-19 dan menyudahi pandemi yang melanda dunia.

"Kalau dilihat yang akan diujicobakan, ada yang sasaran langsung kepada virusnya. Ada yang sasarannya memang kepada peningkatan staminanya, lamanya perawatan dan ada yang kepada mekanisme sensitivitynya," paparnya.

"Oleh karenanya kisi-kisi itu bisa jadi berbeda, tapi secara keseluruhan sama tujuannya untuk kesembuhan," pungkas dr. Slamet

Sementara itu beberapa waktu lalu Raditya Mohammer Khadaffi, Humas PT Rama Emerald Multi Sukses atau perusahaan farmasi Rama Pharmas yang ikut mengembangkan vaksin Nusantara mengatakan, vaksin sudah menyelesaikan fase uji klinis tahap 1 dengan jumlah peserta 30 pasien, dan hasil penelitian sudah diserahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selanjutnya vaksin nusantara, akan menjalani uji klinis tahap 2 dan nantinya akan memasuki tahap uji klinis tahap 3. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits Kesehatan: Vaksin Mandiri Rentan Dipalsukan, Pola Makan Cegah Kanker

Hits Kesehatan: Vaksin Mandiri Rentan Dipalsukan, Pola Makan Cegah Kanker

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 08:48 WIB

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Kebal Covid-19, PB IDI Meradang

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Kebal Covid-19, PB IDI Meradang

News | Jum'at, 19 Februari 2021 | 07:04 WIB

Vaksin Nusantara yang Dikembangkan Eks Menkes Terawan Diragukan

Vaksin Nusantara yang Dikembangkan Eks Menkes Terawan Diragukan

News | Jum'at, 19 Februari 2021 | 06:18 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB