Mantab! Efektivitas Satu Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer Tembus 92 Persen

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2021 | 16:55 WIB
Mantab! Efektivitas Satu Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer Tembus 92 Persen
Vaksin Pfizer. (Anadolu Agency/Tayfun Coşkun)

Suara.com - Saat ini ada sejumlah merek vaksin Covid-19 yang diproduksi dan dipakai di berbagai negara. Umumnya butuh dua dosis vaksin untuk bisa mendapatkan efektivitas yang penuh.

Namun, sebuah studi di kanada mengungkapkan bahwa dosis tunggal vaksin Pfizer dan Moderna lebih dari 92 persen efektif dalam mencegah penyakit Covid-19 setelah dua minggu, kata para peneliti Kanada. Demikian seperti dilansir dari New York Post. 

Data FDA sendiri menunjukkan bahwa satu suntikan vaksin BioNTech-Pfizer efektif 92,6 persen setelah dua minggu, dan satu suntikan Moderna efektif 92,1 persen, catat para peneliti dalam New England Journal of Medicine.

Mendapatkan suntikan kedua dari vaksin Pfizer meningkatkan kemanjuran hanya sedikit, menjadi 94 persen, menurut studi terpisah berdasarkan data dunia nyata dari program vaksinasi Israel.

Vaksin moderna (VOA Indonesia)
Vaksin moderna (VOA Indonesia)

Jadi, dosis kedua yang diresepkan harus diberikan kepada mereka yang berada dalam kelompok prioritas yang masih menunggu suntikan pertama mereka, “mengingat kekurangan vaksin saat ini,” desak para peneliti.

"Dengan dosis pertama yang sangat protektif, manfaat yang diperoleh dari pasokan vaksin yang langka dapat dimaksimalkan dengan menunda dosis kedua sampai semua anggota kelompok prioritas ditawarkan setidaknya satu dosis," kata para peneliti dalam sebuah surat kepada editor NEJM.

“Mungkin ada ketidakpastian tentang durasi perlindungan dengan dosis tunggal,” kata para peneliti.

"Tetapi pemberian dosis kedua dalam waktu 1 bulan setelah yang pertama, seperti yang direkomendasikan, memberikan sedikit manfaat tambahan dalam jangka pendek, sementara orang-orang berisiko tinggi yang bisa menerima dosis pertama dengan pasokan vaksin sama sekali tidak terlindungi."

Surat itu ditulis oleh Dr. Danuta M. Skowronski dari Pusat Pengendalian Penyakit British Columbia di Vancouver dan Dr. Gaston De Serres dari Institut National de Sante Publique du Quebec di Kota Quebec.

Dalam sebuah surat kepada NEJM yang menanggapi kedua peneliti tersebut, Pfizer menekankan bahwa “rejimen dosis alternatif” masih perlu dievaluasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Sinovac, Indonesia Tertarik Datangkan Vaksin AstraZeneca

Selain Sinovac, Indonesia Tertarik Datangkan Vaksin AstraZeneca

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:29 WIB

BPOM Belum Keluarkan Izin Uji Coba Fase 2 Vaksin Nusantara Terawan

BPOM Belum Keluarkan Izin Uji Coba Fase 2 Vaksin Nusantara Terawan

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:08 WIB

Pfizer & Moderna Tak Signifikan Cegah Varian Virus Corona Afrika Selatan

Pfizer & Moderna Tak Signifikan Cegah Varian Virus Corona Afrika Selatan

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:18 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB