FOMO Menghantui Remaja dan Anak Muda, Dampaknya ke Kesehatan Mental

Minggu, 21 Februari 2021 | 15:01 WIB
FOMO Menghantui Remaja dan Anak Muda, Dampaknya ke Kesehatan Mental
Ilustrasi takut ketinggalan atau FOMO (Shutterstock).

Suara.com - Media sosial ternyata telah membuat remaja dan anak muda takut ketinggalan tren yang sedang 'in'. Ketakutan ini disebut fear of missing out atau FOMO.

Secara umum, FOMO menyebabkan masyarakat beranggapan mereka memiliki derajat sosial yang rendah. Pada akhirnya keyakinan ini dapat menimbulkan kecemasan dan perasaan rendah diri.

Menurut Verywell Family, FOMO sangat umum terjadi pada orang berusia 18 hingga 33 tahun. Berdasarkan survei, sekitar dua pertiga orang dalam kelompok usia ini mengalaminya secara teratur.

Sebenarnya banyak yang tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya, meski mereka merasa stres atau khawatir terhadap apa yang dilihatnya di media sosial, yang merupakan gejala dari takut ketinggalan.

Satu studi menemukan bahwa semakin banyak orang menggunakan Facebook, semakin buruk perasaan mereka dari menit ke menit. Rasa kepuasan mereka memburuk karena merasa perlu terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain.

Ilustrasi bermain ponsel (Getty Images/iStockphoto)
Ilustrasi bermain ponsel (Getty Images/iStockphoto)

Survei Stres dan Kesejahteraan Nasional di Australia juga menemukan 60% remaja akan merasa khawatir ketika mengetahui temannya bersenang-senang tanpa mereka. Dan 51% mengatakan mereka merasa cemas jika tidak tahu apa yang dilakukan teman-temannya.

Masalahnya, terus-menerus mengkhawatirkan apa yang dilakukan orang lain hanya menyebabkan remaja semakin kehilangan kehidupan mereka sendiri.

FOMO dapat menyebabkan orang-orang hanya fokus pada 'kehidupan luar' yang akhirnya menyebabkan kehilangan rasa jati diri dan memiliki harga diri yang rendah.

Lebih buruk lagi, mereka menjadi terlalu fokus pada apa yang dilakukan orang lain sehingga lupa untuk menjalani hidupnya sendiri.

Baca Juga: Sering Dialami Wanita, Gila Kerja Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental

Menurut Project Know, remaja juga memiliki tingkat kepuasan yang lebih rendah dengan hidup mereka, membuatnya rentan terhadap masalah kesehatan mental lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI