Psikolog Ungkap Tanda Tubuh Tengah Alami Stres Berat

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 22 Februari 2021 | 17:10 WIB
Psikolog Ungkap Tanda Tubuh Tengah Alami Stres Berat
Ilustrasi stres berat

Suara.com - Tak ada orang yang bisa terhindar dari stres, baik orang dewasa bahkan anak-anak. Stres sendiri bisa dipicu oleh beragam hal mulai dari gaya hidup, tekanan batin, masalah sosial hingga masalah keuangan.

Psikolog dari RSPI Sulianti Saroso Barita Ulina Sianturi, P.Si menjelaskan, stres sebenarnya merupakan alarm bahwa tubuh dalam masalah dan ada sesuatu yang dianggap mengancam. 

Setiap orang bisa mengalami stres yang berbeda-beda, sekalipun berada dalam satu peristiwa atau kondisi yang sama.

"Reaksi orang itu akan berbeda tingkat karena setiap orang punya karakter yang berbeda, latar belakang hidup yang berbeda," jelas Barita dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (22/2/2021). 

Secara medis, kata Barita, tingkat stres bisa diukur dengan menggunakan alat tertentu. Meski demikian, Barita mengatakan masyarakat awam juga bisa mengidentifikasi tingkatan stres berdasarkan gejala yang dialaminya. 

Tingkat stres sendiri terbagi menjadi tiga yaitu ringan, sedang, berat. Jika gejala masih berupa sakit kepala yang hilang timbul selama beberapa saat juga masalah bisa diatasi maka itu masih termasuk gejala stres ringan.

Tetapi jika gejala mulai meningkat hingga memengaruhi napsu makan selama berhari-hari, Barita mengingatkan agar mewaspadai gejala tersebut.

"Kalau sudah berhari-hari stres, tidak ada keinginan untuk makan atau keinginan makannya menurun, badannya lesu, lemas, pikirannya kacau, tidak bisa konsentrasi itu mungkin sudah masuk ke tahap sedang," jelasnya.

Sementara tingkat stres berat akan menyebabkan seseorang mengalami gejala fisik juga psikis hingga berminggu-minggu. Bahkan gejala fisik juga bisa berakibat pada gangguan pencernaan, kata Barita.

"Mulai terganggu organ-organ tubuh tertentu itu sudah masuk kategori stres berat. Sudah harus ditangani, baik dokter maupun konsultasi kepada psikologi klinis atau psikiater. Atau bisa kepada orang yang percaya untuk membantu mengurangi stres atau menyelesaikan masalah," tutupnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Saran dari Psikolog untuk Kamu yang Kerap Berpikiran Negatif!

3 Saran dari Psikolog untuk Kamu yang Kerap Berpikiran Negatif!

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 15:30 WIB

Miliki Tanda-tanda Ini, Artinya Keseimbangan Kerjamu Udah Gak Sehat!

Miliki Tanda-tanda Ini, Artinya Keseimbangan Kerjamu Udah Gak Sehat!

Your Say | Senin, 22 Februari 2021 | 13:37 WIB

Terungkap, Psikolog Beberkan Alasan Stres Jadi Pemicu Orang Bunuh Diri

Terungkap, Psikolog Beberkan Alasan Stres Jadi Pemicu Orang Bunuh Diri

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 12:03 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB