alexametrics

Kabar Baik, Ibu Hamil Positif Covid-19 Bisa Turunkan Antibodi ke Bayi

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Kabar Baik, Ibu Hamil Positif Covid-19 Bisa Turunkan Antibodi ke Bayi
Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)

Penemuan ini juga mendukung gagasan bahwa vaksinasi calon ibu dapat bermanfaat bagi bayi.

Suara.com - Selama ini ada kekhawatiran bahwa ibu hamil yang positif Covid-19 akan menularkan penyakit tersebut pada bayi yang dilahirkannya.

Namun, kabar baiknya, studi terbaru dari Weill Cornell Medicine yang diterbitkan  American Journal of Obstetrics and Gynecology, menemukan bahwa antibodi yang melindungi seorangdari virus Covid-19 menurun ke bayi saat dilahirkan. 

Penemuan yang diterbitkan pada 22 Januari, memberikan bukti bahwa perempuan hamil yang menghasilkan antibodi setelah tertular virus corona tersebut memberikan kekebalan alami. Penemuan ini juga mendukung gagasan bahwa vaksinasi calon ibu dapat bermanfaat bagi bayi.

"Sekarang kami dapat mengatakan bahwa antibodi perempuan hamil yang melawan Covid-19 telah terbukti dapat menurun ke bayi mereka. Dan kami menduga bahwa, ada kemungkinan besar antibodi yang berasal dari tubuh setelah divaksinasi bisa diturunkan," kata Dr. Yawei Jenny Yang, asisten profesor patologi yang dilansir dari Medical Express, Selasa (22/2/2021).

Baca Juga: Zaskia Sungkar Sempat BAB 20 Kali, Ini Penyebab Diare pada Ibu Hamil!

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Dr. Yang dan timnya menganalisis sampel darah dari 88 perempuan yang melahirkan di NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center pada bulan Maret dan Mei 2020, saat New York City menjadi tempat menularnya virus Covid-19.

perempuan hamil yang memiliki antibodi Covid-19 menunjukkan, mereka yang telah tertular virus beberapa titik meski hanya 58 persen tidak memiliki gejala.Selain itu, sebagian besar bayi yang lahir 78 persen memiliki antibodi yang dapat dideteksi dalam darah.

Tidak ada bukti bayi yang terinfeksi langsung dengan virus tersebut. Lebih lanjut, antibodi telah melewati plasenta organ yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk bayi yang tumbuh selama kehamilan.

Namun, bayi yang baru lahir dengan ibu yang ada gejala dapat memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi, dibanding yang tidak memiliki gejala.

Data ini menyiratkan, bahwa perempuan hamil dapat meneruskan antibodi yang dihasilkan dari vaksin, yang berpotensi melindungi ibu dan anak dari infeksi di masa mendatang. Namun belum diketahui secara pasti, seberapa protektif antibodi tersebut dan berapa lama perlindungan bisa bertahan.

Baca Juga: Zaskia Sungkar Sempat Alami Diare, Ini Bahayanya Pada Ibu Hamil!

Komentar