Pertama Kali, Moderna Buat Vaksin Covid-19 untuk Varian Afrika Selatan

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2021 | 15:28 WIB
Pertama Kali, Moderna Buat Vaksin Covid-19 untuk Varian Afrika Selatan
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Moderna telah menghasilkan vaksin Covid-19 pertama yang dirancang khusus untuk digunakan pada varian baru virus corona Afrika Selatan.

Uji coba vaksin baru ini akan dimulai di Amerika Serikat, setelah varian virus corona Afrika Selatan ini menurunkan tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 yang telah ditemukan.

Pada akhirnya dilansir dari The Sun, vaksin Covid-19 yang sedang diujicobakan ini bisa digunakan sebagai suntikan tunggal atau bertindak sebagai penguat.

Sebelumnya, varian baru virus corona Afrika Selatan memiliki mutasi kunci E484K, yang bisa memengaruhi efektivitas vaksin. Mutasi tersebut juga ditemukan pada varian virus corona Brasil, yang telah membuat khawatir para ilmuwan.

Moderna mengatakan bahwa vaksin Covid-19 terbaru untuk mengatasi varian virus corona Afrika Selatan ini telah dikirim ke Institut Kesehatan Nasional AS dalam uji klinis.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Profesor Sarah Gilbert dari Universitas Oxford, pernah mengatakan bahwa vaksin Covid-19 sekarang ini tidak mungkin menurunkan tingkat efektivitasnya ketika berhadapan dengan varian baru virus corona.

Sarah Gilbert mengatakan bahwa ada tanda-tanda baik bahwa varian baru virus corona tidak akan mendadak resisten terhadap vaksin atau menurunkan efektivitasnya.

Sementara itu, vaksin Oxford dan AstraZeneca akan menjalankan uji klinis pada vaksin Covid-19 barunya untuk mengatasi varian baru virus corona.

Varian baru virus corona Afrika Selatan pertama kali ditemukan pada Desember 2020. Saat itu para ahli memperingatkan bahwa varian virus corona itu bisa menyebar lebih cepat dari varian lainnya.

Pengujian vaksin sekarang ini sedang dilakukan di wilayah Inggris Raya, di mana varian baru virus corona telah terdeteksi dalam upaya menahan penyebaran.

Pada Januari 2021, regulator Inggris merekomendasikan penggunakan vaksin Moderna yang dinyatakan 94 persen efektif mencegah virus corona.

Vaksin Moderna juga lebih mudah didistribusikan daripada vaksin Pfizer, yang harus disimpan pada -70 derajat celcius. Karena, vaksin telah terbukti bisa bertahan hingga 30 hari di kulkas rumah tangga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Pertama Vaksinasi, Ratusan Ribu Guru Disuntik Vaksin Covid-19

Hari Pertama Vaksinasi, Ratusan Ribu Guru Disuntik Vaksin Covid-19

Jakarta | Jum'at, 26 Februari 2021 | 15:23 WIB

Sebut Tak Tepat Tahanan KPK Dapat Vaksin Gratis, ICW: Batalkan Rencana Itu

Sebut Tak Tepat Tahanan KPK Dapat Vaksin Gratis, ICW: Batalkan Rencana Itu

News | Jum'at, 26 Februari 2021 | 14:54 WIB

Teknologi Sekuensing Pegang Peran Penting dalam Penemuan Vaksin Covid-19

Teknologi Sekuensing Pegang Peran Penting dalam Penemuan Vaksin Covid-19

Health | Jum'at, 26 Februari 2021 | 14:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB