Gangguan Pendengaran Bisa Dicegah Sejak Dini, Begini Caranya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 03 Maret 2021 | 11:15 WIB
Gangguan Pendengaran Bisa Dicegah Sejak Dini, Begini Caranya
Ilustrasi gangguan pendengaran.

Suara.com - Gangguan pendengaran bisa dialami siapa saja, bahkan juga anak-anak. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa gangguan pendengaran dapat dicegah dengan imunisasi.

"Pada anak-anak, hampir 60 persen gangguan pendengaran dapat dicegah melalui tindakan seperti imunisasi untuk pencegahan rubella dan meningitis, peningkatan perawatan ibu dan bayi, dan skrining untuk dan manajemen awal, otitis media (penyakit radang telinga tengah)," kata WHO dikutip dari situs resminya, Rabu (3/3/2021).

Sedangkan pada orang dewasa, pencegahan dilakukan dengan pengendalian kebisingan, pendengaran yang aman dan pengawasan obat-obatan ototoxic juga dengan kebersihan telinga yang baik. Pemeriksaan klinis secara rutin juga bisa memastikan setiap gangguan pendengaran dan telinga dapat diketahui sedini mungkin.

"Kemajuan teknologi terkini, termasuk alat yang akurat dan mudah digunakan, dapat mengidentifikasi penyakit telinga dan gangguan pendengaran pada usia berapa pun, dalam pengaturan klinis atau komunitas, dan dengan pelatihan dan sumber daya yang terbatas," lanjut WHO.

Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)

Setelah diagnosa selesai, pengobatan secara dini menjadi kuncinya. Perawatan medis dan bedah dapat menyembuhkan sebagian besar penyakit telinga, bahkan berpotensi mengembalikan pendengaran seperti semula. 

Namun, jika gangguan pendengaran tidak dapat disembuhkan, WHO menyarankan rehabilitasi dapat dilakukan terhadap pasien agar terhindar dari konsekuensi merugikan akibat gangguan pendengaran.

Teknologi pendengaran, seperti alat bantu dengar dan implan koklea, jika disertai dengan layanan dukungan yang tepat dan terapi rehabilitasi juga akan efektif dan hemat biaya pengobatan.

Direktur Departemen Penyakit Tidak Menular WHO Dr Bente Mikkelsen mengatakan teknologi dan layanan bantuan pendengaran seperti teks dan interpretasi bahasa isyarat dapat lebih meningkatkan akses komunikasi dan pendidikan bagi orang yang mengalami gangguan pendengaran.

“Untuk memastikan bahwa manfaat dari kemajuan dan solusi teknologi ini dapat diakses secara adil oleh semua, negara harus mengadopsi pendekatan yang berpusat pada manusia,” kata Bente.

baca juga

Memasukan program perawatan telinga dan pendengaran dalam rencana kesehatan nasional juga menyampaikannya melalui sistem kesehatan yang diperkuat, menurut Bente sangat penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang berisiko atau hidup dengan gangguan pendengaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Prediksi 2,5 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Pendengaran pada 2050

WHO Prediksi 2,5 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Pendengaran pada 2050

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 08:15 WIB

Hari Pendengaran Sedunia: 34 Juta Anak Alami Gangguan Pendengaran

Hari Pendengaran Sedunia: 34 Juta Anak Alami Gangguan Pendengaran

Health | Selasa, 02 Maret 2021 | 23:25 WIB

Gejala Serius Diabetes Tipe 2, Waspadai Gangguan Pendengaran Mendadak!

Gejala Serius Diabetes Tipe 2, Waspadai Gangguan Pendengaran Mendadak!

Health | Senin, 22 Februari 2021 | 17:32 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×